Nasional

Calon Maba SNBP 2024 Wajib Tahu, Ini Prodi Soshum UNPAD dengan Perasingan Terketat

Oleh: Nuriyah Nofasari Selasa 16 Jan 2024, 09:34 WIB
Rektorat UNPAD

AYOJAKARTA.COM - Seiring dengan tibanya Seleksi Nasional Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SNBP) 2024, calon mahasiswa yang tertarik pada program studi di bidang Sosial Humaniora (Soshum) Universitas Padjadjaran (UNPAD) perlu memahami dengan baik persaingan yang ketat pada setiap program studi.

Dikutip Ayojakarta.com dari Instagram @bimbellolosptn pada Selasa 16 Januari 2024, berikut daftar program studi Soshum UNPAD beserta kuota penerimaan dan tingkat persaingan yang patut diketahui sebelum mendaftar.

Baca Juga: Terbaru! Ini Daya Tampung UNAIR S1 Jurusan Soshum di SNBP 2024

- Ilmu Komunikasi

Kuota yang diterima: 22
Persaingan: 1:77

Program studi Ilmu Komunikasi di UNPAD menawarkan 22 kuota dengan persaingan yang cukup ketat, yakni 1:77.

Ini menunjukkan tingginya minat dari calon mahasiswa terhadap bidang komunikasi.

- Manajemen

Kuota yang diterima: 27
Persaingan: 1:76

Program Manajemen di UNPAD menarik perhatian dengan menawarkan 27 kuota penerimaan, namun persaingannya cukup tinggi dengan rasio 1:76.

Baca Juga: 6 Kota Paling Tua di Indonesia, Warisan Peradaban Nusantara

- Bisnis Digital

Kuota yang diterima: 18
Persaingan: 1:52

Bisnis Digital menjadi tren di era digital ini.

Namun, hanya 18 orang yang beruntung diterima dengan persaingan 1:52.

- Akuntansi

Kuota: 30
Persaingan: 1:50

Program studi Akuntansi memiliki kuota penerimaan terbanyak yaitu 30, namun demikian persaingannya tetap tinggi dengan rasio 1:50.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Sneakers Chunky yang Keren dengan Harga Bersahabat, Cocok Buat Kamu Biar Kelihatan Lebih Tinggi

- Ilmu Hubungan Internasional

Kuota: 27
Persaingan: 1:38

Bidang Ilmu Hubungan Internasional menawarkan 27 kuota dengan persaingan yang cukup ketat, 1:38.

- Administrasi Publik

Kuota: 16
Persaingan: 1:36

Program Administrasi Publik menawarkan 16 kuota dengan persaingan 1:36, menciptakan tantangan ekstra bagi calon mahasiswa.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2024 Buka 690.822 Formasi, Ini Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

- Administrasi Bisnis

Kuota: 20
Persaingan: 1:35

Administrasi Bisnis di UNPAD menyediakan 20 kuota penerimaan dengan tingkat persaingan 1:35.

- Ilmu Politik

Kuota: 12
Persaingan: 1:34

Program Ilmu Politik menawarkan 12 kuota dengan persaingan 1:34, menunjukkan kepopuleran program ini di kalangan calon mahasiswa.

Baca Juga: Sebelum Terlambat! Segera Registrasi ke Universitas Terbuka, Garansi Jadi Maba Perguruan Tinggi Negeri

- Manajemen Komunikasi

Kuota: 22
Persaingan: 1:31

Manajemen Komunikasi menarik perhatian dengan 22 kuota penerimaan dan persaingan 1:31.

- Hubungan Masyarakat

Kuota: 22
Persaingan: 1:28

Bidang Hubungan Masyarakat menawarkan 22 kuota dengan persaingan yang cukup ketat, yaitu 1:28.

Baca Juga: Calon Maba Merapat! Ini Prediksi Rata-rata Nilai Rapor SNBP di Universitas Sriwijaya (Unsri)

- Sastra Inggris

Kuota: 25
Persaingan: 1:28

Program Sastra Inggris di UNPAD menawarkan 25 kuota dengan persaingan 1:28.

- Televisi dan Film

Kuota: 22
Persaingan: 1:27

Bidang Televisi dan Film menarik dengan 22 kuota dan tingkat persaingan 1:27.

Baca Juga: Maba Merapat! Rata-rata Nilai Rapor yang Lolos di SNBP 2023, Bisa Jadi Referensi untuk SNBP 2024

- Ilmu Pemerintahan

Kuota: 16
Persaingan: 1:26

Ilmu Pemerintahan menawarkan 16 kuota dengan tingkat persaingan 1:26.

- Ilmu Kesejahteraan Sosial

Kuota: 14
Persaingan: 1:25

Program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial menawarkan 14 kuota dengan persaingan 1:25.

Baca Juga: 9 Kesalahan Fatal Penyebab Gagal Lolos SNBP 2024, Dianggap Sepele Tapi Sering Dilakukan Calon Maba

- Antropologi

Kuota: 9
Persaingan: 1:23

Antropologi, meskipun dengan kuota penerimaan yang lebih sedikit, tetap menarik dengan persaingan 1:23.

Dengan mengetahui tingkat persaingan pada masing-masing program studi di Soshum UNPAD, diharapkan calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi SNBP 2024, semoga artikel ini bermanfaat.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Fathul Amanah