AYOJAKARTA.COM – Salah satu saksi ahli yang didatangkan oleh tim kuasa hukum Jessica Wongso buka suara terkait kejanggalan dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin.
Sosok tersebut adalah Rismon Sianipar Hasiholan yang didatangkan sebagai ahli IT dalam sidang kasus Jessica Wongso 2016 silam.
Beberapa pengalamannya turut menjadi bagian dalam sidang Jessica Wongso disampaikan oleh Rismon Sianipar.
Termasuk, saat ahli IT ini mendapatkan ancaman dari seseorang usai memberikan kesaksiannya dalam sidang.
Namun, Rismon Sianipar tidak menyebut siapa sosok yang mengancam dirinya saat memberikan kesaksiannya dalam membela Jessica Wongso.
“Satu lagi pada saat persidangan itu, ya saya nggak bisa sebutkan namanya ya. Tapi pada saat di persidangan di akhir itu ada seseorang yang terlihat menyalami saya,” kata Rismon Sianipar, dikutip dari YouTube Bravos Radio Indonesia, Jumat, 12 Januari 2024.
“Nggak bisa saya sebut namanya, ada ancaman di mana dia mengatakan ‘Ini tidak selesai di sini kita akan selesaikan di luar pengadilan’ itu ancaman itu saya pikir saya bilang silakan,” tambahnya.
Menurutnya, pasti ada risiko yang harus ia tanggung ketika dirinya tengah menegakkan keadilan dan kebenaran.
Namun, meski mendapatkan ancaman, Rismon Sianipar mengaku tidak gentar bahkan secara tegas mengatakan dirinya selalu akan menyuarakan keadilan dan tidak bisa dibungkam.
“Ancaman itu saya pikir saya bilang silahkan saya bilang gitu, jadi inilah memang perjuangan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” ungkap Rismon Sianipar.
“Jadi saya pikir apapun risikonya ya terima gitu loh, yang pasti saya tidak akan pernah dibungkam karena ini keilmuan saya. Saya sudah belajar sejak tahun 94 tentang image processing,” sambungnya.
Pada kesempatan tersebut secara tegas Rismon Sianipar mengatakan bahwa CCTV kasus Jessica Wongso telah direkayasa.
Menurutnya, bukti bahwa CCTV kasus Jessica Wongso ini direkayasa dapat dilihat dari resolusi yang berbeda dari kamera yang ada.
“Saya sampaikan bahwa saya temukan dengan membandingkan dua BAP, saya temukan bahwa dalam satu kamera berbeda rentang satu jam itu memiliki resolusi yang berbeda satu FHD full high definition, yang satu mengatakan standard definition dan itu rekayasa,” ujar Rismon Sianipar.
Ahli IT ini mengatakan bahwa salah satu hal yang membuat dirinya sangat yakin jika CCTV kasus Jessica Wongso direkayasa adalah adanya adanya downscaling yang menyebabkan objek menjadi kasar dan kabur.***