Nasional

Biar Om Roy Suryo Puas, Gibran Serius Lakukan X-Ray Sebelum Tampil di Debat Cawapres?

Oleh: Admin Minggu 07 Jan 2024, 15:45 WIB
Gibran Rakabuming Raka.

AYOJAKARTA.COM — Pakar telematika, Roy Suryo, memunculkan tantangan unik kepada calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

Menyusul pernyataan Gibran yang berseloroh mengenai pemeriksaan sinar X sebelum tampil di debat cawapres, Roy Suryo menegaskan pentingnya calon pemimpin memenuhi janji dan berbicara dengan tanggung jawab.

"Sebaiknya seluruh rakyat Indonesia menjadi saksi omongannya tersebut, silakan dia membuktikannya sendiri untuk dilakukan x-ray sebelum debat keempat cawapres, Ahad, 14 Januari 2024 yang akan datang," kata Roy Suryo seperti dikutip dari Republika pada Ahad, 7 Januari 2024.

Menurut Roy Suryo, sebagai seorang calon pemimpin, Gibran tidak boleh mengambil enteng janji yang diutarakan.

Baca Juga: Sempat Dituding Sebagai Pembohong Saat Berada di Ruang Sidang, Saksi Ahli Jessica Wongso Menantang Roy Suryo

Tantangan untuk melakukan pemeriksaan x-ray, yang semula disampaikan secara berseloroh oleh Gibran, harus dijalankan dengan serius.

"Seorang yang katanya calon pemimpin tidak boleh sembarangan dalam bicara. Tidak ada hujan dan angin, mendadak mengeluarkan statemen sendiri bernada menantang," ucap Roy Suryo.

Pernyataan Gibran terkait pemeriksaan sinar X muncul saat wawancara dengan media di Kota Cirebon pada Sabtu, 6 Januari 2024.

Dalam wawancara tersebut, Gibran menyindir Roy Suryo dengan mempersilakan badannya untuk dipindai sinar X sebelum tampil di debat cawapres. Tujuannya adalah agar Roy Suryo merasa puas dan tidak meragukan lagi.

Baca Juga: Roy Kiyoshi Ramal 2024 Akan Didominasi Warna Merah hingga Sebut Ciri-ciri Sosok yang Jadi Presiden, Ternyata...

"Nanti silakan juga sebelum saya naik panggung, nanti saya di-X-ray atau apalah ya biar mengecek, biar Om Roy Suryo puas," ucap Gibran.

Sebelumnya, Roy Suryo pernah menganalisis tiga mikrofon yang digunakan oleh Gibran saat tampil di debat cawapres pada Jumat, 22 Desember 2023.

Kontroversi tersebut berujung pada keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hanya memberikan satu mikrofon kepada setiap peserta debat.***

Reporter Admin
Editor Tedi Rukmana