AYOJAKARTA.COM – Salah satu program yang ditawarkan oleh pasangan calon nomor urut 2, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka adalah makan dan minum susu gratis untuk anak-anak.
Namun, banyak yang mempertanyakan terkait program paslon nomor 2 tersebut, lantaran bagaimana mekanisme merealisasikan program makan dan minum susu gratis itu.
Menanggapi isu yang beredar saat ini, maka calon presiden (capres) Prabowo Subianto akhirnya mengungkapkan strategi yang dilakukan agar terealisasikan program tersebut.
Disebutkan bahwa Prabowo Subianto akan melakukan impor 1,5 juta ekor sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu sapi dalam program susu gratis.
Selain itu, impor tersebut akan dilakukan jika dirinya menang dan terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Lebih lanjut, ternyata Prabowo lebih memilih membagikan susu segar yang langsung diperas dari sapi ketimbang membeli susu UHT dalam kemasan.
Hal tersebut dikarenakan takutnya terkandung bahan pengawet atau gula yang terlalu banyak, atau ada campuran bahan lainnya.
"Jadi susu ya yang paling baik dan yang paling sehat adalah susu yang tentunya langsung dari sapi. Yang kemasan-kemasan mungkin kebanyakan adalah pada pengawet dan mungkin gulanya terlalu banyak dan sebagainya," sebut Prabowo Subianto.
Baca Juga: Tinggalkan Anak Perempuan 3 Tahun, Postingan Terakhir Masinis Julian Dwi Setiono Jadi Sorotan
Hal tersebut diungkapkan Prabowo Subianto saat menghadiri acara diskusi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat yang dilaksanakan di Jakarta, hari Kamis, 4 Januari 2024.
Dan kini permasalahan yang terjadi yakni terkait populasi sapi perah yang perlu diperbanyak lagi agar pemenuhan susu segar yang akan dibagikan secara gratis dapat terealisasi. Dan tentu permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik selama ada niat dan keinginan.
"Kalau kita punya kehendak ya kita harus perbanyak, kita punya populasi sapi di Indonesia," jelas Prabowo Subianto.
Baca Juga: Kemenhub Sampaikan Permintaan Maaf atas Kecelakaan KA Turangga dan KA Commuter Line Bandung Raya
Lebih lanjut, Prabowo Subianto juga membahas terkait pembelian sapi perah yang dapat diambil dari luar negeri atau impor.
Disebutkan bahwa sapi perah impor dapat dilakukan melalui negara Brazil dan membutuhkan waktu kirim hingga 40 hari agar sampai ke Indonesia.
Selain Brazil, Indonesia juga dapat impor sapi perah dari negara India dengan waktu pengiriman hanya 20 hari, dan untuk harganya juga memadai.
"Dan harganya saya kira memadai India, lebih banyak kita bisa impor," tutur capres nomor urut 2.