Nasional

Anies Baswedan Pilih Pendekatan Dialog daripada Baliho untuk Menyuarakan Pemilu Berkualitas

Oleh: Riky Iskandar Senin 01 Jan 2024, 18:29 WIB
Capres No Urut 1 Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, mengungkapkan pilihannya untuk mendekati warga dengan jalur dialog daripada membanjiri kota dengan baliho besar dalam rangkaian kampanye pilpres saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Anies Baswedan selama kunjungannya di Yogyakarta.

Di mana saat kunjungan tersebut, Anies Baswedan aktif terlibat dalam berbagai dialog bersama masyarakat.

Baca Juga: Dijuluki 'Abah Nasional' Usai Live di TikTok, Ini Pesan Menyentuh Anies Baswedan Untuk Kaum Milenial dan Gen Z

Anies Baswedan menegaskan bahwa pendekatan dialog ini menjadi pilihannya untuk membuat pemilu lebih berkualitas.

Ia juga menyatakan harapannya agar masyarakat dapat lebih merasakan keberagaman gagasan dan pemikiran. 

Bukan hanya terpaku pada gambar-gambar besar yang tidak selalu mencerminkan aspirasi rakyat.

Baca Juga: Kocak! Ditanya Soal Etalase Kacamata saat Live TikTok, Anies Baswedan: Saya Google Sebentar

"Saya memilih berdialog dalam kampanye ini, berdialog apa saja, boleh ditanya apa saja. Mulai dari isu yang banyak dibicarakan hingga yang paling sensitif," kata Anies dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Senin (1/1/2024).

Menurutnya, dialog membuka ruang bagi warga untuk secara langsung berinteraksi, bertukar gagasan, dan mengajukan pertanyaan terkait isu-isu krusial.

Anies menyoroti pentingnya merasakan pemilu yang berkualitas, dimana warga dapat lebih fokus pada esensi pemilihan dan perbandingan gagasan.

Baca Juga: Bersyukur Dapat Dukungan dan Kepercayaan dari Kyai di Ponorogo, Anies Baswedan: Ini Menjadi Amunisi Perjuangan

"Saya berharap masyarakat bisa merasakan Pilpres sebagai perdebatan ide dan konsep, bukan sekadar kontes gambar-gambar yang sering kali tidak mencerminkan keinginan dan kebutuhan rakyat," jelasnya.

Dengan pendekatan ini, Anies berkomitmen untuk memberikan pengalaman kampanye yang berbeda.

Warga diharapkan nantinya memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi.***

Reporter Riky Iskandar
Editor Desi Kris