Nasional

Jurusan Kuliah Terketat di UI pada SNBP 2023, Bisa Jadi Referensi untuk Memilih Jurusan di SNBP 2024

Oleh: Nuriyah Nofasari Senin 01 Jan 2024, 12:03 WIB
Universitas Indonesia (UI)

AYOJAKARTA.COM – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024 sudah mulai dibuka.

Untuk menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024, memilih jurusan kuliah adalah langkah penting yang memerlukan pertimbangan matang.

Jika ingin masuk ke Universitas Indonesia (UI), sejumlah jurusan dengan tingkat keketatan yang tinggi di artikel ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk mengambil jurusan di kampus tersebut.

Dikutip Ayojakarta.com dari instagram @kejarptn.id pada Senin 1 Januari 2023, berikut jurusan kuliah dengan tingkat keketatan tinggi di UI bisa menjadi referensi bagi calon mahasiswa yang akan memilih jurusan di SNBP 2024.

Baca Juga: Cara Mengetahui Kuota Sekolah dan Masa Sanggah Jalur SNBP 2024 yang Berlangsung saat Ini

Jurusan Saintek (Sains dan Teknologi)

1. Pendidikan Dokter

Jurusan ini tetap menjadi favorit dengan tingkat keketatan yang cukup tinggi.

Menjadi dokter adalah pilihan bagi mereka yang memiliki minat dan komitmen tinggi di bidang kesehatan.

Peminat: 1.242
Keketatan: 2,90 persen

Baca Juga: Rekomendasi Jurusan Kuliah untuk Peserta SNBP 2024 dengan Nilai Rapor Fisika Tinggi

2. Aktuaria

Aktuaria menggabungkan matematika, statistik dan keuangan untuk menganalisis risiko keuangan.

Jurusan ini cocok untuk yang memiliki ketertarikan dalam pengelolaan risiko.

Peminat: 270
Keketatan: 4,44 persen

Baca Juga: KJP Plus Januari 2024 Kapan Cair? Intip Prediksi Tanggal Pencairannya di Sini

3. Ilmu Komputer

Ilmu komputer terus menjadi pilihan yang diminati dengan tingkat keketatan yang menunjukkan popularitasnya.

Berkembangnya teknologi membuat ilmu ini semakin relevan.

Peminat: 684
Keketatan: 4,39 persen

Baca Juga: SNBP 2024 Sebentar Lagi, Ini Jurusan Kuliah Paling Ketat Berdasarkan Seleksi Tahun 2023

4. Arsitektur

Arsitektur menggabungkan kreativitas dan teknik.

Tingginya keketatan menunjukkan popularitas jurusan ini di kalangan calon mahasiswa UI.

Peminat: 259
Keketatan: 4,63 persen

Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah Bagi Kamu yang Tertarik Politik, Peluang Kerja Banyak Salah Satunya Jurnalis!

5. Teknik Biomedis

Jurusan ini menggabungkan ilmu biologi dan teknik untuk mengembangkan peralatan medis.

Dibutuhkan minat dalam bidang kesehatan dan teknologi.

Peminat: 172
Keketatan: 4,65 persen

Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Umumkan Rekrutmen CPNS 2024 Awal Januari, Ini 5 Jurusan Paling Banyak Dibutuhkan

Jurusan Soshum (Sosial dan Humaniora)

1. Bahasa dan Kebudayaan Korea

Dengan tren K-Pop dan K-Drama, minat terhadap bahasa dan budaya Korea terus meningkat.

Peminat: 237
Keketatan: 2,53 persen

2. Ilmu Hubungan Internasional

Menyelidiki hubungan antar negara dan organisasi internasional.

Jurusan ini menarik bagi yang tertarik pada diplomasi dan kerja sama internasional.

Peminat: 444
Keketatan: 2,70 persen

Baca Juga: Prediksi Nilai Rata-rata Rapor Masuk UPI Melalui Jalur SNBP 2024, Terlengkap dari Semua Fakultas dan Jurusan

3. Ilmu Komunikasi

Dalam era informasi digital, ilmu komunikasi menjadi jurusan strategis untuk memahami dinamika komunikasi masyarakat.

Peminat: 696
Keketatan: 2,87 persen

4. Kriminologi

Studi tentang kejahatan dan perilaku kriminal.

Kriminologi menarik bagi yang ingin berkontribusi dalam sistem peradilan pidana.

Peminat: 566
Keketatan: 3,18 persen

Baca Juga: Persentase Jurusan Paling Ketat di Prodi SAINTEK Universitas Brawijaya (UB), Catat Biar Tahu Seberapa Besar Peluang Lolos

5. Sastra Inggris

Sastra Inggris tetap menjadi pilihan dengan kekayaan klasik dan kontemporer.

Cocok untuk penggemar sastra dan bahasa Inggris.

Peminat: 275
Keketatan: 3,27 persen

Memahami keketatan jurusan kuliah pada SNBP 2023 dapat membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri dan menentukan pilihan jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat.

Semoga artikel ini menjadi panduan yang bermanfaat untuk memilih jurusan di SNBP 2024.

Sukses dalam perjalanan pendidikan tinggi!***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Fathul Amanah