Nasional

Dianggap Mbalelo! Usai Nekat Dukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ketua PWNU Jawa Timur Dipecat?

Oleh: Karseno AJ Minggu 31 Des 2023, 17:08 WIB
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).

AYOJAKARTA.COM - Mendekati waktu pemilihan umum, dukungan terhadap pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar semakin gencar.

Ikut mendukung gagasan Perubahan untuk Persatuan, ratusan Pondok Pesantren di Jawa Timur menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Dengan besarnya antusiasme serta dukungan dari warga Jawa Timur, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar optimis akan memenangkan pemilihan.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru, Sehari Tercatat Sebanyak 7 Kali Guncangan Gempa di Indonesia, di Mana Saja?

Pernyataan dukungan dari ratusan ponpes tersebut, disampaikan langsung FKPP Ponorogo Adib Fuadi Nuriz kepada capres Anies Baswedan di sela kunjungan di Ponorogo.

Menurut FKPP, figur pasangan Amin merupakan kandidat yang layak dan berkompeten dalam memimpin bangsa Indonesia.

Menyikapi dukungan tersebut, Anies menganggapnya sebagai suatu bentuk amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT.

“Menerima ini sebagai sebuah amanat, sebuah kepercayaan, untuk terus berjuang bersama-sama,” jelas Anies.

Optimisme kemenangan, juga disampaikan oleh cawapres Muhaimin Iskandar yang telah mendapat dukungan dari ponpes tertua di di Jawa Timur.

Selain Ponpes Lirboyo, Jombang, Ploso, Situbondo, dukungan terhadap pasangan Amin juga datang dari Ponpes Sidogiri.

Baca Juga: KJP Plus 2024 Kapan Cair? Berikut Prediksi Jadwalnya, Benarkah Awal Januari?

“Semua Kyai Sepuh sudah kuat mendukung kami, menjadi pertanyaan kalau ada Kyai tidak mendukung Amin, mau mendukung perjuangan NU darimana?” jelas Cak Imin.

Terkait dengan adanya dukungan dari sejumlah Kyai Sepuh terhadap pasangan Amin, hal berbeda justru terjadi di tubuh para petinggi NU.

Pemecatan yang terjadi terhadap Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, merupakan salah satu indikasi adanya perbedaan pilihan.

Komitmen KH Marzuki yang secara pribadi mendukung pasangan Amin, justru dinilai sebagian PBNU sebagai bentuk ketidakpatuhan pengurus NU.

Meski PBNU menyatakan alasan pemecatan karena persoalan internal, alasan tersebut justru mendapat sanggahan dari KH Imam Jazuli.

Menurut Pengasuh Ponpes Bina Insani Cirebon tersebut, pemecatan terhadap KH Marzuki Mustamar merupakan bentuk tragedi di kalangan Nahdliyin.

“Tradisi pemecatan ini baru terjadi di masa Gus Yahya, alasan yang disampaikan buat saya sungguh tidak rasional,” jelas KH Imam.

Baca Juga: Buka Suara Soal Kejanggalan Kasus Jessica Wongso, Alvin Lim: Kesalahan Ada di Pihak Kepolisian!

Lebih lanjut, KH Imam menilai pemecatan terhadap KH Marzuki Mustamar selaku Ketua PWNU Jawa Timur sarat dengan muatan politik.

“Karena pemecatan ini disampaikan secara terbuka pada acara di Hotel Shangri-La, dan ada pernyataan untuk mendukung pasangan 02,” jelas KH Imam.

Berdasarkan pada rincian peristiwa yang terjadi, KH Imam Jazuli meyakini bahwa pemecatan terhadap KH Marzuki Mustamar merupakan akibat perbedaan politik.

“Intinya pemecatan ini sangat berkaitan dengan isu politik,” jelas KH Imam Jazuli dikutip Ayojakarta, Minggu 31 Desember 2023 dari Metro TV. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky