AYOJAKARTA.COM — Dalam upaya mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan terjadi pada puncak arus mudik Lebaran 2025, pada tanggal 28 Maret mendatang.
PT Jasa Marga bersama pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi melalui rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan penerapan sistem contraflow.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik lebaran bagi kendaraan di jalur tol utama, terutama di ruas Cikampek Utama.
Menurut keterangan dari VP Corporate Sekretari dan Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paallo, lonjakan kendaraan diperkirakan mencapai 102.000 unit di ruas tol Cikampek Utama.
Baca Juga: Link dan Cara Melihat CCTV Tol secara Online, Tips Agar Perjalanan Mudik Lebaran 2025 semakin Lancar
Kondisi ini jauh melampaui angka normal yang hanya mencapai sekitar 31.000 unit.
Untuk mengatasi situasi ini, pihak Jasa Marga menyatakan akan membuka semua gerbang tol apabila pihak Kepolisian memberlakukan sistem one-way atau satu arah.
Selain itu, jika rekayasa contraflow diberlakukan, mereka juga telah mempersiapkan layanan operasional secara optimal, termasuk peninjauan terhadap rest area di KM 57 Tol Jakarta-Cikampek.
Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo, yang mewakili pihak kepolisian, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas contraflow akan diterapkan di ruas KM 47 hingga KM 70 mulai Rabu malam, 26 Maret 2025.
Penerapan sistem contraflow ini disesuaikan dengan volume kendaraan.
Jika arus kendaraan masih berada di bawah 7.000 unit per jam, contraflow akan terus diberlakukan.
Namun, apabila volume kendaraan meningkat di atas 8.000 unit per jam, maka pihak polisi akan segera memberlakukan sistem one-way untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik.
Dalam laporan yang diterima dari Dirut PT Jasa Marga, diketahui bahwa sejak 10 hari menjelang mudik (H-10) hingga 6 hari sebelum hari-H, terjadi peningkatan signifikan dalam volume kendaraan yang melewati jalur tol.
Peningkatan tersebut memicu dilaksanakannya berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk pengaturan ganjil genap yang sudah mulai berjalan.
Baca Juga: Tips Mudik Lebaran 2025 Tetap Sehat, Aman, dan Nyaman Selamat sampai Kampung Halaman
Langkah tersebut merupakan upaya awal untuk mengurangi kepadatan dan memastikan agar arus kendaraan tidak menimbulkan kemacetan parah di jalan tol.
PT Jasa Marga pun menekankan bahwa, selain membuka semua gerbang tol, optimalisasi operasional juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.
"Kami telah memastikan bahwa gerbang tol Cikampek Utara akan dioperasikan secara utuh jika sistem one-way diberlakukan. Kami juga siap menyediakan layanan operasional tambahan jika nanti situasi mengharuskan penerapan contraflow," ungkap Marlinda, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis, 27 Maret 2025.***