Nasional

Sempat Galfok soal SGIE, Cak Imin Beberkan Maksud Lain Pertanyaan Gibran

Oleh: Karseno AJ Selasa 26 Des 2023, 11:15 WIB
Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gibran Rakabuming saat debat cawapres, Jumat, 22 Desember 2023

AYOJAKARTA.COM – Saat debat perdana, cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka menjadi spotlight di sejumlah platform media sosial.

Penampilan Gibran Rakabuming yang sempat dianggap banyak kalangan sebagai cawapres kurang memenuhi harapan, seketika terbantahkan.

Sejak menit perdana, performa Gibran Rakabuming dalam ajang debat cawapres berbuah tanggapan positif dari warganet.

Namun di penghujung acara debat, sebuah pertanyaan yang disampaikan Gibran ke cawapres Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi bumerang.

Baca Juga: Terungkap Alasan Cak Imin Sering Basahi Bibir Saat Debat Cawapres, Pakar Mikro Ekspresi: Dirinya Kesal karena Waktunya Habis

Adanya penggunaan singkatan asing semisal State of the Global Islamic Economy (SGIE) yang diucapkan dalam dialek lokal, membuat pandangan warganet seketika berubah.

Pernyataan Gibran kepada cawapres Cak Imin, juga dinilai sebagai suatu bentuk sikap yang kurang elok dan jauh dari makna sopan.

Antusiasme warganet yang sejak awal acara debat cenderung positif, berangsur luntur dan berganti sentimen negatif.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Rizal Nova Mujahid selaku Lead Analyst Drone Emprit yang concern terhadap suatu fenomena di jagat maya.

Baca Juga: Respon Anies Baswedan Soal Candaan Ketum PBNU Sebut Cak Imin Tak akan Menang: Yang Penting Ikhtiar

“Artinya publik cukup kecewa dengan Pak Gibran menyampaikan pertanyaan yang tidak dipahami oleh lawan debat,” jelas Rizal, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Selasa, 26 Desember 2023.

Sehubungan dengan adanya temuan perihal sentimen negatif warganet yang ditujukan kepada Gibran Rakabuming, Dahnil Anzar Simanjuntak memberi tanggapan.

Menurut Jubir TKN Prabowo-Gibran, anggapan warganet yang menyebut cawapresnya kurang elok atau sopan merupakan hal wajar dan biasa.

Sebab pernyataan warganet tersebut bisa saja disampaikan oleh para pendukung cawapres nomor urut satu atau tiga.

Baca Juga: Ketum PBNU Sebut Cak Imin Kalah di Pilpres 2024, Anies Baswedan Beri Respon Santai: Bagi Kami yang Penting...

“Dan saya pikir itu biasa, kalau kemudian yang dilakukan rival politik, kontestan lain kemudian ada celah, itu disebut tidak elok,” ungkap Dahnil.

Terkait dengan pertanyaan Gibran yang disampaikan kepada Muhaimin, menurut Dahnil hal tersebut merupakan bentuk afirmasi.

Kapasitas Cak Imin sebagai Ketua Parpol dengan basis pendukung mayoritas dari kalangan Islam, menurut Dahnil cukup relevan dengan konteks pertanyaan.

Sehingga pertanyaan mengenai ekonomi syariah, menurut Dahnil sangat sesuai dengan konteks dan tema debat.

Menanggapi sinisme warganet dan adanya anggapan sebagian kalangan yang menyebut penggunaan istilah SGIE yang menyulitkan, Gibran memberi tanggapan.

Baca Juga: Cak Imin Beri Alasan Dirinya Berubah Haluan Pasca Potong Tumpeng di IKN: Kita Butuh Skala Prioritas

Menurut Gibran selama ajang debat cawapres berlangsung, tidak ada penggunaan kata-kata sulit yang digunakan.

“Tidak ada kata-kata sulit, itu istilah biasa dalam investasi,” jelas Gibran di sela-sela perhelatan kampanye.

Penggunaan singkatan SGIE yang terucap dalam debat, disikapi cawapres Muhaimin Iskandar dengan memberi arti lain sambil berkelakar.

“Ternyata singkatannya Sego Goreng Iwak Endhog,” pungkasnya.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana