AYOJAKARTA.COM - Dalam debat cawapres kemarin, Gibran Rakabuming Raka mendapat pujian dari Muhaimin Iskandar alias Cak Imin soal kepemimpinannya sebagai Wali Kota Surakarta atau Solo.
Pada sesi tanya jawab, Cak Imin menyampaikan bahwa Gibran Rakabuming Raka sukses membangun projek-projek besar di Kota Solo.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin pun bertanya apa tips dan trik yang digunakan oleh Gibran Rakabuming Raka sehingga bisa memiliki pencapaian itu yang mungkin dapat ditularkan kepada Bupati atau Wali Kota lainnya.
Baca Juga: Mahfud MD Mempertanyakan Terkait Investor di IKN, Gibran Rakabuming: Setelah Debat Bisa di Google
“Saya ingin Pak Gibran menyampaikan tips and trik agar Bupati dan Wali Kota yang lain bisa belajar agar proyek-proyek besar bisa masuk (seperti) ada dimasukkan di kota Solo, bagaimana caranya?,” kata Cak Imin seperti yang dikutip dari YouTube KPU RI.
Kemudian, putra sulung Presiden Jokowi itu menyampaikan bahwa pembangunan di Indonesia tidak hanya di Kota Solo dan 53% investasi sudah ada di luar Jawa.
Menurutnya, jumlah anggaran yang digelontorkan ke Kota Solo sebelum dirinya menjabat bahkan jauh lebih besar.
Gibran menyampaikan apa yang telah dibangun tidak hanya dilihat dari fisiknya saja, melainkan impact yang didapatkan untuk warga.
Seperti misalnya membangun masjid menggunakan CSR dari Abu Dhabi yang impactnya bisa membuat UMKM menjadi melesat.
“apa yang sudah dibangun yang kita lihat bukan bangunan fisiknya saja, tapi yang kita lihat impactnya ke warga,” terangnya.
Merasa belum terjawab atas pertanyaan yang dilontarkan, pasangan Anies Baswedan itu pun kembali mempertegas pertanyannya soal apa tips dan trik untuk membangun kota.
Kemudian, Gibran pun menyampaikan untuk menjadi seorang Wali Kota perlu melakukan readiness criteria sebelum ada proyek dari pusat.
Hal non teknis seperti bernegosiasi dengan warga seperti warga di bantaran sungai dan rel kereta api pun perlu dilakukan.
Bentuk kolaborasi dengan pejabat terkait pun penting dilakukan untuk membantu membangun kota sehingga tidak melulu memgandalkan APBN.
“Lalu kita juga harus berkolaborasi tidak semuanya pake APBN, ada yang APBN, plus APBD plus saya sering dibantu sama Pak Ganjar, Gubernur saya ini kolaborasi jadi tidak semuanya APBN,” paparnya.***