AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menanggapi soal cawapres nomor urut 2 yakni Gibran Rakabuming Raka yang menggunakan istilah sulit ketika bertanya dalam debat.
Anies Baswedan mengatakan bahwa pertanyaan yang dilontarkan Gibran berkaitan dengan terminologi teknis.
Padahal menurut Anies Baswedan, di tingkat nasional kepemimpinan lebih membutuhkan hal-hal yang substantif.
Baca Juga: 4 Tanda Orang Lain Tak Nyaman denganmu, Tiba-tiba Diam Salah Satunya
Hal tersebut disampaikan Anies dalam jumpa pers pasca debat yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat (22/12/2023).
“Jadi ketika pertanyaan adalah soal terminologi teknis pada level ini bisa dijawab dengan Google sebetulnya. Karena yang dibutuhkan di tingkat kepemimpinan nasional adalah hal-hal yang substantif,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Metro TV, Sabtu (23/12/2023).
Anies menilai pertanyaan yang disampaikan oleh Gibran kepada cawapres lain tidak ada masalah.
Akan tetapi, Anies berpandangan pertanyaan Gibran yang menggunakan istilah dan singkatan sulit tidak menyentuh substansi.
“Ini yang sesungguhnya dibawa dan menurut saya sebagai pertanyaan itu sah. Tapi juga publik bisa menilai kualitas pertanyaannya adalah kualitas pertanyaan aspek technicality bukan aspek substansi,” ujarnya.
“Padahal makin tinggi posisi makin berfokus pada substansi dan tingkat kepemimpinan nasional itu pada tingkat substansi,” sambungnya.
Baca Juga: Terharu! Indah Permatasari Ucapkan Selamat Hari Ibu di Medsos: Ibu Tetaplah Ibu
Meski begitu, Anies tetap menilai pertanyaan yang disampaikan oleh Gibran sah-sah saja.
Namun, Anies menyebut masyarakat yang akan menilai bagaimana kualitas pertanyaan Gibran tersebut.
“Tapi sebagai pertanyaan tentu sah-sah saja dan publik nanti akan menilai apakah memang ini format cerdas cermat untuk hafalan atau ini format tentang ideologi gagasan, nilai, yang kemudian diwujudkan dalam kebijakan,” sebutnya.
Sebelumnya dalam debat cawapres, Gibran meminta pendapat kepada Cak Imin mengenai State of The Global Islamic Economy (SGIE).
Kemudian, Cak Imin bertanya balik kepada Gibran terkait kepanjangan singkatan tersebut.***