Nasional

BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Cuaca Panas dan Memprediksi Awal Musim Hujan

Oleh: Karseno AJ Rabu 20 Des 2023, 20:34 WIB
BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut cuaca panas yang terjadi merupakan akibat pengaruh fenomena atmosfer.

AYOJAKARTA.COM – Kendati telah memasuki waktu musim penghujan, cuaca panas masih menghantui sejumlah wilayah di tanah air.

Salah satu wilayah yang terdampak cuaca panas adalah Jabodetabek. Dalam beberapa hari terakhir menjadi keluhan warga.

BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut cuaca panas yang terjadi merupakan akibat pengaruh fenomena atmosfer.

Terkait dengan penjelasan tersebut, warga kini banyak yang mempertanyakan peluang turunnya hujan atau lamanya cuaca panas akan terjadi.

Sehubungan dengan adanya pertanyaan tersebut, Andri Ramdhani selaku Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG memberi tanggapan.

Menurut Andri cuaca panas menyengat di musim penghujan bukan saja terjadi pada wilayah Jabodetabek, akan tetapi di wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Baca Juga: Sudah Bulan Desember tapi Masih Panas dan Jarang Hujan di Sebagian Indonesia, Ini Penjelasan BMKG

Mengenai penyebab cuaca panas yang diakibatkan karena adanya dinamika atmosfer, Andri memberi penjelasan.

Terjadinya pola tekanan rendah atau Low Pressure Area (LPI) yang terjadi di wilayah utara, aktif di laut Cina Selatan dan perairan barat di Aceh.

Karena adanya fenomena tersebut, Andri menambahkan terjadi sejumlah dampak yang dirasakan langsung di sejumlah wilayah.

Dampak LPI di yang terjadi di wilayah utara, menurut Andri akan menjadi pemicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang serta lebat.

“Wilayah seperti Aceh, Sumatera, Riau, kemudian sebagian Kalimantan Barat, Papua juga Maluku itu justru hujan sedang hingga lebat,” jelas Andri.

Namun hal sebaliknya, Andri menambahkan terjadi di wilayah ekuator atau bagian Selatan seperti wilayah Jawa dan Nusa Tenggara.

Akibat adanya LPI, laju angin yang datang dari Asia menjadi tidak masuk ke wilayah selatan sehingga udara basah pembentuk hujan tidak terjadi.

Bukan saja karena disebabkan tidak masuknya udara pembentuk hujan, tetapi juga dikarenakan intensnya paparan sinar matahari.

Sehingga dari kedua fenomena tersebut, sejumlah wilayah yang berada di arena selatan mengalami cuaca panas menyengat.

Sehubungan dengan pertanyaan masyarakat yang mempertanyakan akhir dari fenomena cuaca panas, Andri memberikan prediksi.

“Kondisi ini kami prediksi dalam empat sampai lima hari mendatang berubah dinamikanya,” jelas Andri.

Baca Juga: Gunung Merapi Sudah Berhenti Mengeluarkan Awan Panas Guguran

Lebih lanjut, Andri juga memprediksikan bahwa pada rentang tanggal 24 atau 25 Desember sampai akhir tahun 2023, akan terjadi hujan di wilayah selatan atau Jabodetabek.

“Kami prediksikan mulai tanggal 24, 25 Desember hingga awal tahun hujan mulai masuk kembali,” ungkap Andri dikutip Ayojakarta pada Rabu, 20 Desember 2023 dari Investigasi tvOne.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam