AYOJAKARTA.COM – Pada debat calon presiden (capres) perdana di Pilpres 2024 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) lalu, terlihat sangat panas.
Ketiga kontestan capres saling serang dan beradu argumen, salah satunya saat Anies Baswedan memberikan pernyataan dengan menyerang capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.
Prabowo yang mendapatkan 'serangan' pertanyaan dari Anies terlihat tidak menanggapi bahkan menyerang balik.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Fokus dan Amati Baik-baik! Di Mana Letak Gambar Pohon yang Paling Berbeda?
Menanggapi sikap Prabowo, Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah ikut buka suara.
Gus Miftah buka-bukaan menyebutkan kalau sebenarnya Prabowo Subianto bisa saja menyerang balik lawan politiknya.
Lebih lanjut ia menyampaikan jika bahan untuk menyerang balik pernyataan dari Ganjar maupun Anies telah disiapkan, bahkan pertanyaan kedua capres dianggap tendesius.
Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com, alasan Prabowo Subianto enggan untuk menggunakan data dan bahan tersebut, bahkan dirinya rela menerima semua serangan dari para pesaingnya karena tidak ingin mempermalukan kedua capres tersebut di depan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Fokus dan Amati Baik-baik! Di Mana Letak Gambar Pohon yang Paling Berbeda?
“Pak Prabowo itu kita kasih kesempatan, kita kasih data untuk menyerang kembali Mas Anies dan Ganjar yang selama debat itu sangat tendensius dengan Pak Prabowo. Tapi Pak Prabowo jawabnya jangan tidak usah, kita tidak usah membuat mereka malu di depan masyarakat Indonesia,” kaya Gus Miftah.
Tim pemenangan diketahui membuka lebar peluang menyerang balik Anies terkait hal tersebut, namun Prabowo Subianto menolaknya.
Bahkan Prabowo mengungkapkannya dengan nada lembut, dimana dirinya menjawab kepada tim pemenangannya dan Gus Miftah, bahwa dirinya tidak ingin membuat malu capres lainnya.
“Peluang itu terbuka lebar namun Pak Prabowo bicara apa? nggak usah lah kita membuat malu mereka tidak apa-apa,” pungjas Gus Miftah.
Namun sayangnya, sikap Prabowo tersebut justru dimanfaatkan oleh capres lainnya untuk terus menyerang saat debat yang diadakan KPU.***