AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 2 Prabowo Subianto menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan.
Meski demikian, Prabowo Subianto tidak memungkiri bahwa demokrasi di Indonesia masih banyak kekurangan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo Subianto dalam acara Konsolidasi Relawan Kopi Pagi di Sentul pada Sabtu (16/12/2023).
“Apakah demokrasi kita sudah hebat? Pasti ada kekurangan. Tapi kita harus mengakui demokrasi kita walaupun banyak kekurangan, banyak tidak puas, demokrasi kita berjalan,” kata Prabowo dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (18/12/2023).
Prabowo mengungkapkan salah satu bukti demokrasi berjalan adalah pejabat publik yang turun dengan baik.
Menurutnya, selama ini sejumlah bupati, walikota, hingga presiden bisa turun dari jabatannya dengan baik.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Memberikan Tanggapan Terhadap Usulan Prabowo Mengenai Format Debat Town Hall
Terlebih, pemilihan presiden dan kepala daerah juga melalui proses Pemilu yang dilaksanakan lima tahun sekali.
“Kita punya demokrasi yang berjalan. Berapa bupati bisa kita ganti? Berapa walikota bisa kita ganti? Sudah berapa presiden turun dengan baik,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Prabowo sempat melontarkan sindiran soal ada yang lupa bahwa menjadi gubernur melalui proses demokrasi.
Baca Juga: Anies Baswedan Bicara Soal 'Ndasmu Etik' dari Prabowo, Usai Mendapat Pertanyaan Tajam
“Kadang-kadang ada yang lupa, ada yang jadi gubernur lupa karena demokrasi. Jadi gubernur itu demokrasi. Jadi bupati demokrasi. Apalagi jadi gubernur yang usung oposisi,” ujarnya.
Prabowo menyebut apa yang ia sampaikan di hadapan para relawan merupakan contoh dari demokrasi.
Sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu menuturkan bahwa kebebasan dalam menyatakan pendapat merupakan bagian dari demokrasi.
“Ya saya terpaksa nyindir-nyindir dikit. Tapi inilah demokrasi, hak menyatakan pendapat. Pendapat saya dengan segala kekurangan Indonesia memiliki demokrasi,” tutupnya.***