Nasional

Guntur Romli soal Video Viral Prabowo Subianto Sebut 'Ndasmu Etik': Jangan Sampe jadi Presiden, Kasar!

Oleh: Admin Minggu 17 Des 2023, 11:57 WIB
Guntur Romli Jubir TPN Ganjar Pranowo- Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Media sosial dihebohkan dengan video viral Capres 2024 nomor urut dua, Prabowo Subianto.

Dalam video tersebut, Prabowo Subianto diduga menyinggung soal putusan MK dan MKMK terkait batas usia Capres-Cawapres.

Prabowo Subianto sempat menyebut 'ndasmu etik' dalam acara Partai Gerindra pada 15 Desember 2023 kemarin.

Baca Juga: Pernyataan Prabowo Subianto Soal Etik di Acara Rakornas Gerindra jadi Sorotan, Warganet: Kami Butuh Keributan

"Gimana perasaan mas Prabowo, soal etik, etik, etik, ndasmu etik," ucap Prabowo Subianto.

Tak ayal, pernyataan Prabowo itu langsung disoroti oleh berbagai pihak, salah satunya kubu lawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yakni Ketua Umum Ganjarian Spartan, Guntur Romli.

Melalui akun Twitter atau X, pria yang akrab disapa Guntur Romli ini memberikan tanggapan.

Baca Juga: Viral! Tak Hanya Sekali Prabowo Subianto Menyebut Kata 'Ndasmu', Hal yang Sama Terjadi di Tahun 2019

Guntur Romli menilai jika apa yang dilontarkan Prabowo itu kasar.

Bahkan ia khawatir jika Prabowo menjadi Presiden sebab sudah menunjukkan sikap seperti itu saat masih jadi Capres.

"Duh jangan sampe jadi presiden. Baru capres aja uda kasar gini...," tulis Guntur Romil dikuti dari akun X @GunRomli.

Baca Juga: Disentil Langsung! Orang 'Bule' Ini Tanggapi Capres Prabowo Subianto yang Viral Menyebut 'Ndasmu Etik'

Selain itu, Romli menilai jika sampai saat ini Prabowo masih belum berubah.

Hal itu juga dituliskannya melalui akun X miliknya.

"Cuma mau bilang, Prabowo tidak pernah berubah, masih tempramen & kasar, dulu 2019 nyerang Pak Jokowi dengan ucapan 'ndasmu', dan sekarang ke lawan debatnya (Ganjar & Anies) juga pakai 'ndasmu'," cuitnya lagi.

Menurutnya, jika branding gemoy yang dipopulerkan untuk Prabowo tidak begitu berarti karena viralnya video tersebut.

"Jadi mau sekuat apapun direbranding gemoy gemoy yang keluar tetap aslinya: ndasmu, ndasmu...," ungkapnya lagi.

Baca Juga: Dukungan Petani di Pilpres 2024 untuk Prabowo Subianto: Pengalaman Pimpin HKTI Menjadi Modal Kuat

Sebagai informasi, putusan MK memang sempat disinggung Anies Baswedan saat debat pertama Capres-Cawapres pada 12 Desember 2023 lalu.

Saat itu, Anies Baswedan bertanya kepada Prabowo bagaimana perasaannya setelah tahu bahwa putusan MK tersebut telah melanggar etika.

Prabowo pun menjawab pertanyaan Anies dengan emosi.

Bahkan Prabowo mengatakan bahwa dirinya tak takut jika tidak punya jabatan dan bagi masyarakat jika tidak suka dirinya dan Gibran jangan dipilih.***

Reporter Admin
Editor Desi Kris