AYOJAKARTA.COM -- Calon presiden (capres) nomor urut satu (1), Anies Baswedan menanyakan perasaan Prabowo pasca adanya putusan MKMK yang melanggar etik.
Anies pun menyebut orang dalam (ordal) yang saat ini menjadi fenomena di Indonesia, menurutnya sangat menyebalkan.
“Fenomena ordal itu menyebalkan, di seluruh Indonesia kita menghadapi ordal,” kata Anies, dikutip Ayojakarta.com dari Republika.co.id, Rabu, 13 Desember 2023.
Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Coba Perhatikan Jempolnya
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mencontohkan beberapa fenomena yang terjadi di Indonesia, dalam berbagai bidang mulai dari olahraga, pendidikan, hingga pembelian tiket konser.
“Ada ordal di mana-mana yang membuat meritokratik nggak berjalan, yang membuat etika luntur. Ketika fenomena ordal bukan hanya di masyarakat, pada proses paling puncak terjadi ordal. Negeri ini rusak jika tatanan dirusak,” ucapnya.
Dalam sesi ini, Anies menanyakan sebuah pertanyaan kepada Prabowo Subianto mengenai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang menuai banyak pro dan kontra.
Bahkan belum lama ini Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), telah menyatakan adanya pelanggaran etik yang dilakukan oleh mantan Ketua MK, Anwar Usman.
Diketahui, dengan adanya putusan MK mengenai batas usia capres dan cawapres, memberikan peluang yang besar untuk Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menjawab putusan MK mengenai batas usia capres dan cawapres dapat dilihat dari berbagai perspektif.
Prabowo pun mengatakan, berdasarkan tim hukumnya putusan tersebut tidak jadi masalah dalam segi hukum. Bahkan, kata dia, sudah diberikan tindakan namun masih saja diperdebatkan.
“Jadi mas Anies ya, memang dalam politik itu ada beberapa perspektif. Para hukum yang mendampingi saya mengatakan, bahwa dalam segi hukum tidak ada masalah,” jawab Prabowo.
Capres nomor urut dua (2) ini menegaskan putusan dari MK ini bersifat final dan tidak bisa diubah. Prabowo pun berpendapat seluruh perdebatan yang terjadi saat ini, biar masyarakat yang menilai.
“Sekarang begini, intinya rakyat yang putuskan, rakyat yang menilai. Kalau rakyat tidak suka Prabowo dan Gibran, nggak usah pilih kami saudara-saudara sekalian,” tegas Prabowo.***