Nasional

Momen Gibran Emosi saat Prabowo Subianto Ditanya soal MKMK oleh Anies Baswedan

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Rabu 13 Des 2023, 13:09 WIB
Momen Gibran Emosi saat Prabowo Subianto Ditanya soal MKMK oleh Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM -- Momen Gibran Rakabuming tersulut emosi saat Prabowo Subianto ditanya soal MKMK oleh Anies Baswedan viral di X pada Rabu, 13 Desember 2023, pagi.

Momen tersebut terjadi saat debat capres perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Selasa 12 Desember 2023, malam.

Momen emosi Gibran berawal ketika Capres Anies Baswedan menanyakan apa perasaan Prabowo ketika mengetahui bahwa pengajuan Gibran sebagai cawapres adalah pelanggaran etika.

Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Coba Perhatikan Jempolnya

Prabowo menjawab;

"Mas Anies memang suatu perkembangan politik itu ada beberapa segi perspektif. Jadi tim saya, para pakar hukum, yang mendampingi saya menyampaikan bahwa dari segi hukum tidak ada masalah. Masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diambil tindakan dan keputusan waktu itu oleh pihak yang diberi wewenang kemudian sudah ada tindakan. Tindakan itu pun masih diperdebatkan karena yang bersangkutan masih memproses. Tetapi intinya adalah bahwa keputusan itu final dan tidak dapat dirubah, ya saya laksanakan. Dan kita ini bukan anak kecil Mas Anies ya, Anda juga paham. Intinya rakyat yang putuskan, rakyat yang menilai kalau rakyat tidak suka Prabowo dan Gibran gak usah pilih kami! Saudara-saudara sekalian, saya tidak takut tidak punya jabatan. Mas Anies sorry ye. Saya tidak punya apa-apa, saya sudah siap mati untuk negara," jelas Prabowo.

Usai mendengar jawaban Prabowo, Gibran yang saat itu sedang duduk, bangkit dari kursinya dan mengangkat tangannya mengompori pendukungnya. Walhasil pendukung kubu nomor 2 semakin riuh, padahal sesuai aturan KPU para pendukung masing-masing capres diminta tenang selama debat.

Debat capres perdana semalam memang menjadi ajang saling serang gagasan antara Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Deretan Nama yang Akan Diseret ke Jalur Hukum oleh Tim Advokat Pembela Jessica Wongso, Terbaru Ada Hani?

Prabowo terlihat mengucapkan "Mas Anies, Mas Anies" dengan menahan kesabaran sebanyak empat kali.

Dalam debat yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut, Anies beberapa kali melontarkan pernyataan dan pertanyaan yang menyerang Prabowo.

Bahkan ketika debat dibuka dengan penjelasan visi, Anies yang mendapatkan kesempatan pertama langsung tancap gas menyerang Gibran.

Anies mengkritik tindakan pemerintahan yang dinilainya saat ini sedang melanggengkan kekuasaan.

Dia mengatakan saat ini pemerintah menghadapi permasalahan hukum yang serius, di mana pemerintahan seharusnya diatur oleh hukum bukan penguasa.

"Bila kita saksikan hari ini ada satu orang milenial bisa jadi wakil presiden, tapi ada ribuan milenial generasi z yang peduli pada bangsa negara dan kaum termarjinalkan tapi pada waktu mereka mengkritik pemerintah mereka dihadapi dengan kekerasan bahkan dengan gas air mata," jelas Anies.

Debat capres kedua dan ketiga akan dilanjutkan pada 7 Januari 2024 dan 4 Februari 2024.

Tema debat kedua capres adalah pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik. Sedangkan tema debat ketiga capres kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.

Sementara debat khusus cawapres akan digelar pada 22 Desember 2023 dan 21 Januari 2024 dengan tema sebagai berikut.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Emang Boleh Sebingung Ini? Temukan Angka 6 di Antara Kumpulan Angka 9, Ampuh Atasi Masalah Konsentrasi

Debat kedua (cawapres): ekonomi, ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan.

Debat keempat (cawapres): pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Debat capres dan cawapres ini menjadi kesempatan bagi tiga pasangan calon untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan visi-misinya kepada publik. Debat juga akan menjadi ajang bagi masyarakat untuk menilai kapasitas dan kapabilitas para calon pemimpin.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil