Nasional

Tio Pakusadewo Buktikan Omongan Jessica Wongso Tentang SEL TIKUS di Depan Deddy Corbuzier: Gelap, Pengap Bau

Oleh: Sulistiyaningsih Rabu 13 Des 2023, 07:17 WIB
Tio Pakusadewo benarkan ada sel tikus yang diceritakan oleh Jessica Wongso

AYOJAKARTA.COM – Nama Jessica Wongso kembali viral belakangan ini usai tayangan dokumenter dari Netflix Ice Cold yang membahas persidangan kasus kopi sianida.

Viral kembali kasus yang menyeret Jessica Wongso ini mengungkap adanya sel tikus yang sempat ditempati oleh terpidana kasus kopi sianida.

Bahkan kuasa hukum Jessica Wongso, Otto Hasibuan mengungkapkan bahwa kliennya menolak untuk mengakui hal yang tidak pernah dilakukan olehnya yakni membunuh Mirna Salihin.

Baca Juga: Debat Pertama Selesai Hasil Survei Akan Berubah? Pakar Politik Singgung 2 Faktor Ini Bisa Buat Prabowo Merosot

Meskipun terpidana kasus kopi sianida dimasukkan ke dalam sel tikus selama kurang lebih empat bulan lamanya.

“Dia dimasukkan sel tikus hampir 4 bulan lebih. Selti itu kondisi kamarnya gelap, kecil, ada tikus, kecoa, dan lain sebagainya,” kata Otto Hasibuan pada Selasa (28/11/2023).

Ternyata sel tikus ini sempat disampaikan oleh Tio Pakusadewo sebelum kasus kopi sianida kembali viral ke publik.

Hal ini seakan membenarkan omongan Jessica Wongso soal kebenaran sel tikus yang sempat diceritakan oleh Jessica Wongso dalam persidangan.

Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier beberapa bulan lalu, Tio Pakusadewo mendadak viral karena mengungkapkan fakta-fakta mengejutkan terkait dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Salah satunya soal sel tikus yang benar adanya.

Aktor senior tersebut diketahui baru saja keluar dari penjara pada 2021 lalu karena terseret kasus kepemilikan ganja.

Baca Juga: 4 Kebiasaan yang Bisa Membuat Orang Lain Ilfeel, Jangan Sampai Dilakukan

“10 hari (di sel tikus). Ngitung waktunya tuh cuman dengan suara azan, gua masuk tuh sekitar habis magrib lah ya dimasukkin ke sana. Kita nggak bisa lihat apa-apa gelap semua,” ujar Tio Pakusadewo dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Story_sandria, Rabu (13/12/2023).

“Nggak sendiri itu di sel itu ada beberapa orang lagi yang sudah dulu masuk di sana. Terus kita tidurnya nggak bisa tidur lah, baring nggak bisa gitu,” sambungnya.

Menurut Tio Pakusadewo sel tikus yang ditempati olehnya pada saat di lapas memiliki lebar kurang lebih 1,5 meter dengan panjang sekitar 3 meter.

“Begitu masuk di ujung ruangan itu tempat BAB dan ada tempat air kecil dan dibatesin sama tembok setengah meter,” kata dia.

“Terus disitu ada dipan dari semen itu, kita nemplok di sebelahnya tuh ada sisanya setengah meteran lah bisa buat jalan,” imbuhnya.

Aktor senior tersebut menceritakan bahwa pada saat dirinya ditempatkan di sel tikus bersama dengan tujuh orang lainnya dalam ruangan 1,5 x 3 meter dan termasuk toilet di dalamnya.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Ayo Bermain, Coba Temukan Semangka Paling Berbeda untuk Latih Kemampuan Pemecahan Masalah

Hal ini membuat dirinya tidak bisa tidur di hari pertama hingga tidur hanya bisa berdiri karena tidak muat.

Hari kedua Tio Pakusadewo merasa tidak tahan dan berusaha agar bisa berbaring dan selonjoran, bahkan sampai memukuli orang di sel tikus tersebut.

“Kita gebukin yang kecil asik nih supaya rame ntar sipir tahu supaya nggak terjadi keributan, mereka pindah. Dan terjadi peristiwa itu, terus kemudian sipirnya datang yang tiga orang yang kita gebukin itu dipindahin supaya nggak terjadi keributan lagi,” kata dia.

Aktor senior itu pun sempat berpikir bahwa sel tikus hanya namanya saja, tetapi benar karena banyak tikus dan sempit.

Bahkan hingga membuat salah satu rekan satu sel hilang akal dan setiap malam menangkap tikus hanya untuk dibuat mainan.

“Pengap bau, gua pikir itu cuma namanya aja gitu, Ternyata ada satu yang udah agak hilang akal kayaknya, itu tiap malam tangannya di luar gini gua pikir ngapain nih orangnya nangkep tikus dan beneran nangkep tikus,” ungkap Tio Pakusadewo.

“Buat dipatahin lehernya cuma buat dimain-mainin gini jangan dibuang-buang. Tapi itu memang terjadi itu semua,” tadasnya.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Jinan Vania Barizky