Nasional

Dua Tsunami Mematikan di Indonesia Terjadi di Desember, Ribuan Orang Tewas

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Dua Tsunami Mematikan di Indonesia Terjadi di Desember, Ribuan Orang Tewas

AYOJAKARTA.COM -- Indonesia telah dilanda beberapa tsunami mematikan dalam beberapa dekade terakhir. Dua di antaranya terjadi di bulan Desember yang menyebabkan kerusakan masif dan ribuan orang tewas.

Dua tsunami paling mematikan yang melanda Indonesia tersebut melanda Flores pada tahun 1992 dan Aceh pada tahun 2004.

Flores 1992

Pada 12 Desember 1992, gempa bumi berkekuatan 7,8 melanda pulau Flores di Indonesia, menyebabkan tsunami yang menghancurkan wilayah tersebut.

Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Coba Perhatikan Jempolnya

Gempa bumi ini disebabkan oleh geseran pada sesar Flores Thrust.

Tsunami dilaporkan setinggi 36 meter dan menghancurkan banyak rumah di sepanjang pantai Flores, menewaskan setidaknya 2.100 orang, melukai 447 orang, dan meninggalkan 500 orang hilang.

Bencana ini juga menyebabkan sekitar 18.000 rumah hancur.

Gempa bumi ini dirasakan dengan kuat di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, di mana ratusan bangunan runtuh.

Tsunami melanda pantai utara Flores, menyebabkan kerusakan parah di daerah pantai Larantuka, Maumere, dan Sikka.

Gelombang tsunami dilaporkan mencapai jarak 75 hingga 300 meter ke daratan, menyebabkan kerusakan signifikan di daerah pantai.

Baca Juga: Deretan Nama yang Akan Diseret ke Jalur Hukum oleh Tim Advokat Pembela Jessica Wongso, Terbaru Ada Hani?

Gempa bumi dan tsunami tahun 1992 di Flores disebabkan oleh sesar yang sama yang menyebabkan gempa Lombok tahun 2018.

Bencana ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan perlunya sistem manajemen bencana yang efektif.

Aceh 2004

Pada 26 Desember 2004, gempa bumi berkekuatan 9,1 - 9,3 skala Richter melanda lepas pantai Sumatera, Indonesia, memicu tsunami yang menghancurkan wilayah tersebut.

Gempa bumi disebabkan oleh pecahnya batas antara lempeng India dan lempeng Burma.

Tsunami dilaporkan setinggi 30 meter dan menghancurkan banyak rumah di sepanjang pantai Aceh, menewaskan setidaknya 173.741 orang, melukai 125.000 orang, dan meninggalkan 37.000 orang hilang.

Bencana ini juga menyebabkan sekitar 500.000 orang menjadi pengungsi.

Baca Juga: CPNS 2024 Dibuka untuk 1 Juta Formasi, Ini Jurusan Paling Banyak Dibutuhkan

Gelombang tsunami dilaporkan mencapai jarak 5 km ke daratan, menyebabkan kerusakan signifikan di daerah pantai.

Bencana ini juga mempengaruhi negara-negara lain di wilayah tersebut, termasuk Sri Lanka, India, Thailand, dan Maladewa.

Bencana ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah yang tercatat.

Tsunami Aceh memberikan pelajaran sangat berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam dan perlunya sistem penanggulangan bencana yang efektif.

Pascabencana, masyarakat internasional memberikan bantuan yang signifikan kepada daerah yang terkena dampak, termasuk pembentukan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil