Nasional

Disebut Zulhas Masuk Jadi Kader PAN, Begini Reaksi Presiden Jokowi

Oleh: Nisrina Harum Lestari Senin 11 Des 2023, 18:11 WIB
Jokowi buka suara terkait pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyebut dirinya menjadi kader PAN.

AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyebut dirinya menjadi kader PAN.

Mengenai hal tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa PAN merupakan bagian dari koalisi pemerintah.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyebut PAN masuk menjadi keluarga pemerintah dan begitu juga sebaliknya.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat berada di Stasiun Pompa Ancol Sentiong, Jakarta pada Senin, 11 Desember 2023.

“Gini, PAN ini kan masuk koalisi pemerintah. Jadi PAN itu masuk ke keluarga kita,” katanya dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin, 11 Desember 2023.

“Kalau kita jadi keluarga, PAN kan juga. Ya sama saja kan. PAN masuk keluarga kita, kita masuk keluarga PAN,” sambungnya.

Baca Juga: Tim Hukum Anies Baswedan dan Cak Imin Tidak Akan Bela Komika Aulia Rakhman

Sebelumnya, Zulhas menyebut bahwa Presiden Jokowi sudah bergabung dengan partai yang dipimpinnya.

Zulhas juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi sudah tidak lagi menjadi anggota partai sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Zulhas saat memberikan arahan di hadapan kader PAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 9 Desember 2023.

Baca Juga: Hasil Elektabilitas Ganjar-Mahfud Dikalahkan Anies-Muhaimin, Pengamat Ungkap Dampak Buruk Perang Kubu Ganjar dengan Prabowo

“Sekarang Pak Jokowi itu partainya PAN. Udah enggak (partai) yang lama, ribut terus,” kata Zulhas dikutip dari Republika.

Selain itu, Zulhas menuturkan PAN adalah partai politik yang selalu membawa aura kegembiraan.

Ia menyatakan bahwa dinamika berpolitik di PAN tidak dilakukan dengan marah-marah.

Zulhas menegaskan PAN adalah partai politik yang egaliter, mencintai satu sama lain, serta saling menghormati.

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Aris Abdulsalam