Nasional

Hasil Survei LSI Ungkap Faktor yang Meningkatkan Elektabilitas Anies Baswedan-Cak Imin

Oleh: Nuriyah Nofasari Senin 11 Des 2023, 12:19 WIB
Pasangan Capres-Cawapres 2024 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

AYOJAKARTA.COM - Menurut hasil survei nasional yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada rentang waktu 3-5 Desember 2023, pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendominasi tingkat dukungan masyarakat dengan mencapai 45,6 persen.

Djayadi Hanan, selaku Direktur Eksekutif LSI, menjelaskan bahwa angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan hasil survei pada bulan Oktober 2023.

Pasangan calon lainnya, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, berada di posisi kedua dengan tingkat elektabilitas sebesar 23,8 persen. 

Baca Juga: Kampanye di Cirebon, Capres Anies Baswedan Berkesempatan Menggenggam Keris Peninggalan Sunan Gunung Jati

Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menempati posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 22,3 persen.

"Pada Desember 2023 ini, survei kami menemukan bahwa pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran, itu angka elektabilitasnya atau dukungan masyarakat ada di angka 45,6 persen," ucap Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dikutip dari suara.com. 

Dalam survei sebelumnya pada bulan Oktober 2023, tingkat elektabilitas pasangan calon Prabowo-Gibran tercatat sebesar 35,9 persen, Ganjar-Mahfud sebesar 26,1 persen, dan Anies-Cak Imin sebesar 19,6 persen.

Baca Juga: Kapten Timnas AMIN Akui Anies Baswedan Siap Hadapi Debat Pilpres

Djayadi juga mencatat adanya penurunan tingkat responden yang menyatakan "belum menjawab," dari 18,3 persen pada bulan Oktober menjadi 8,3 persen pada bulan Desember.

Responden yang sebelumnya belum memutuskan pilihan cenderung beralih mendukung Prabowo, sementara dukungan terhadap Ganjar mengalami penurunan.

Sementara itu, pasangan Anies-Cak Imin tetap mendapatkan peningkatan dukungan.

Baca Juga: Anies Baswedan Ajak Masyarakat Bebas Bicara Tanpa Takut Dipenjara

Djayadi menjelaskan bahwa mayoritas responden memilih pasangan Anies-Muhaimin karena mereka menginginkan adanya perubahan.

"Perbedaannya mencolok dengan Anies-Muhaimin, yaitu soal ingin perubahan. Masyarakat tampaknya masih membelah ketiga pasangan ini menjadi dua bagian, pasangan yang melanjutkan kepemimpinan sekarang dan pasangan yang akan melakukan perubahan," ucap Djayadi.

Di sisi lain, para pemilih yang mendukung Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud memiliki alasan yang serupa, yaitu melihat keduanya sebagai figur yang paling mampu dalam memimpin.

Djayadi menyimpulkan bahwa masyarakat masih terpolarisasi antara pasangan calon yang diinginkan untuk melanjutkan kepemimpinan saat ini dan pasangan calon yang dianggap dapat membawa perubahan.

Survei ini melibatkan partisipasi warga negara Indonesia (WNI) yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.

Baca Juga: Tanggapi Soal RUU DKJ, Anies Baswedan Sebut Gubernur Dipilih Presiden Ironis

Sampel sebanyak 1.426 responden dipilih melalui metode pembangkitan nomor telepon secara acak (random digit dialing/RDD).

Dengan margin of error sekitar 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini menggunakan asumsi simple random sampling.

Harus dicatat bahwa pasangan calon Anies-Cak Imin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud telah resmi diumumkan sebagai peserta Pemilihan Presiden 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Desi Kris