Nasional

Kampanye di Cirebon, Capres Anies Baswedan Berkesempatan Menggenggam Keris Peninggalan Sunan Gunung Jati

Oleh: Karseno AJ Senin 11 Des 2023, 07:35 WIB
Saat berada di Keraton Kasepuhan Cirebon, Anies Baswedan mendapat kesempatan untuk menggenggam keris milik Sunan Gunung Jati.

AYOJAKARTA.COM – Dalam kampanye di kawasan Pantai Utara, capres nomor urut satu Anies Baswedan disambut oleh ribuan warga Cirebon.

Bertempat di alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan Cirebon, capres Anies Baswedan juga menyampaikan orasi politik.

Sebelum berdialog dengan pendukungnya, Anies Baswedan juga berkesempatan untuk mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon.

Saat berada di Keraton Kasepuhan Cirebon, Anies Baswedan mendapat kesempatan untuk menggenggam keris milik Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: Kapten Timnas AMIN Akui Anies Baswedan Siap Hadapi Debat Pilpres

Peristiwa tersebut terjadi usai Anies bertemu dengan Sultan Sepuh XV, Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin.

Keris pusaka yang merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati tersebut, dianggap masyarakat Cirebon sebagai simbol kepemimpinan.

Dalam orasi yang dilakukan di alun-alun Sangkala Buana, Anies berkomitmen untuk melakukan perubahan yang berkeadilan di sektor pangan dan pertanian.

“Banyak urusan mendasar tidak dibereskan, harga beras mahal, kita ingin beras kita kembali murah,” pekik Anies, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Senin, 11 Desember 2023.

Baca Juga: Anies Baswedan Ajak Masyarakat Bebas Bicara Tanpa Takut Dipenjara

Adanya ketidakadilan di sektor pertanian, menurut Anies merupakan akibat dari adanya regulasi yang tidak berpihak kepada petani dan masyarakat.

“Petani kita bekerja setengah mati, mereka kerja keras, ketika jual harga gabahnya dijual dengan harga rendah,” ungkap Anies.

Sehingga harga beras yang melambung tinggi di masyarakat, tidak membawa dampak berarti bagi kesejahteraan petani.

“Masalahnya uang dibayar mahal, petani terimanya murah, ada mafia di tengah-tengah situ,” jelas Anies di hadapan ribuan pendukung.

Baca Juga: Prabowo Beri Respons Terkait Pernyataan Anies: Kalau Ada Gagasan tapi Mau Joget, Tidak Boleh?

Selain menyoroti pentingnya melakukan perubahan yang berkeadilan di bidang pangan dan pertanian, Anies juga menyoroti ancaman terhadap kebebasan berbicara.

Menurut Anies, kebebasan dalam berbicara merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi.

Karena itu, Anies juga berkomitmen untuk melakukan penghapusan terhadap munculnya rasa takut karena menyampaikan pendapat.

“Kenapa kita ingin perubahan? Kita ingin bebas bicara tak akan dipenjara, sampai menyebut Indonesia saja pakai nama Wakanda,” imbuh Anies.

Baca Juga: Survei Indikator Politik Indonesia: Dukungan Basis NU pada Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin Menguat, Ganjar-Mahfud Menyusut

Anies menambahkan Indonesia adalah bangsa yang merdeka, sehingga rasa takut untuk berbicara harus dihapuskan.

Agenda Anies selanjutnya saat berada di Cirebon, Jawa Barat adalah mengunjungi Vihara Welas Kasih yang dibangun pada tahun 1595.

Di samping menyampaikan pentingnya merawat toleransi dan keberagaman, capres Anies Baswedan juga menyoal penanganan korupsi.

Menurut Anies solusi dari persoalan korupsi di Indonesia yang timbul karena ketamakan dan hedonis bukanlah lokasi dan lamanya vonis hukuman, melainkan konsekuensi.

Baca Juga: NasDem Yakin Anies-Muhaimin Bisa Rebut Suara dari Basis Pemilih Prabowo di Jawa Barat

“Kalau dimiskinkan, maka konsekuensinya akan sangat berat,” tegas Anies. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana