AYOJAKARTA.COM -- Menko Polhukam, Mahfud MD menanggapi rencana Wapres, Ma'ruf Amin untuk memindahkan pengungsi Rohingya ke pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.
Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah jangan menjadikan Pulau Galang sebagi tempat penampungan pengungsi Rohingya.
Mahfud MD mengatakan hal tersebut saat kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta,Rabu (6/12/2023).
"Ndak, justru jangan sampai seperti Pulau Galang usulnya," kata Mahfud.
Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Coba Perhatikan Jempolnya
Mahfud mengatakan bahwa bantuan kepada pengungsi Rohingya berpirinsipkan kemanusiaan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang mencari tempat penampungan yang baru bagi para pengungsi Rohingya.
"Rohingya itu pada prinsipnya kami menganut diplomasi kemanusiaan, karena sifatnya kemanusiaan, maka kami sedang mencari jalan untuk nanti dicarikan tempat penampungan, karena yang ada sudah tidak muat," ujar Mahfud.
Gelombang imigran Rohingya sendiri terus berdatangan ke pesisir-pesisir Aceh menggunakan kapal.
Kedatangan pengungsi Rohingya sendiri mendapat banyak penolakan dari warga Aceh karena beberapa alasan.
Mahfud menjelaskan bahwa 1.400 lebih pengungsi Rohingya akan dibantu berdasarkan prinsip kemanusiaan.
"Kalau pengungsi 1.400 lebih ya dan kita sebenarnya tidak terikat ya dengan konvensi itu, tapi karena kita punya prinsip kemanusiaan ya kita cari. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat," katanya.
Baca Juga: 8 Tanda Orang yang Tidak Suka Denganmu Meski Mereka Bersikap Baik, Yuk Kenali Ciri-Cirinya
Sebelumnya, Wapres RI, Ma'ruf Amin membuka opsi memindahkan pengungsi Rohingya ke Pulau Galang.
Ia mengingat bahwa saat masa pandemi Covid-19, Pulau Galang pernah dijadikan tempat penampungan untuk pengungsi dari Vietam.
"Penempatannya di mana? Dulu pernah kita menjadikan Pulau Galang untuk pengungsi Vietnam. Nanti kita akan bicarakan lagi apa akan seperti itu. Saya kira pemerintah harus mengambil langkah-langkah," kata Ma'ruf Amin Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/12/2023).***