AYOJAKARTA.COM – Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri, menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada Rabu (6/12/2023) lalu.
Firli tiba sekitar pukul 09.13 WIB untuk menjalani pemeriksaan dan keluar pada pukul 20.10 WIB melalui pintu Sekretariat Umum (Setum) Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Firli tidak memberikan komentar apapun selain tersenyum dan ucapan terimakasih.
Meskipun begitu, Firli memberikan keterangan tertulis, yang mengatakan ia merasa tertekan karena ini kali pertama ia diperiksa oleh penyidik.
“Saya tidak ditekan atau dipaksa oleh penyidik. Namun sesungguhnya saya merasa tertekan karena saya tidak pernah diperiksa dan tidak pernah tersangkut masalah hukum selama pengabdian selaku anggota Polri selama 40 tahun sejak lulus sekolah Bintara Polri,” ucap Firli Bahuri, dikutip dari Republika.co.id, Kamis (7/12/2023).
Lebih lanjut, Firli mengatakan bahwa dirinya telah memberikan informasi secara lengkap kepada penyidik, yang kemudian diharapkan mampu untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Ia juga mengatakan, bahwa kehadirannya dalam setiap pemeriksaan, merupakan sebuah komitmen dalam menjunjung supremasi hukum.
“Saya sudah tiga kali dimintai keterangan di tahap penyidikan yaitu tanggal 24 oktober 2023, 16 November 2023 dan 1 Desember 2023. Hari ini saya datang kembali ke Mabes Polri untuk dimintai keterangan tambahan,” ujar Firli.
Saat menjalani pemeriksaan pada Rabu (6/12), Firli mengaku sedang mengalami batuk berat, namun tetap memutuskan untuk hadir memenuhi panggilan.
Baca Juga: Waduh! UNHCR Sebut Pengungsi Rohingya Akan Datang Lebih Banyak Pada Desember Ini
“Walau saya terkena batuk berat tapi datang. Saya menggunakan masker untuk menjaga dan melindungi kesehatan bersama,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Firli juga menyampaikan latar belakangnya yang merupakan lulusan sekolah Bintara Polri Dodiklat 006 Betung Polda Sumbagsel pada 1983 dengan pangkat sersan dua.
Kemudian pensiun dengan pangkat jenderal bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen), yang akhirnya dia menyampaikan menjadi Ketua KPK atas restu rakyat Indonesia.
"Rakyat Indonesia mengantarkan saya sebagai ketua KPK yang akan berakhir setelah genap empat tahun tanggal 20 Desember 2023. Mohon doanya, Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan keselamatan kepada rakyat bangsa dan negara, Aamiin ya Rabbal Alamin," tutur Firli.***