Nasional

Jawab Soal Tuduhan di Balik Hilangkan Debat Cawapres, Timnas AMIN: Sebaiknya...

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Senin 04 Des 2023, 08:00 WIB
Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), menjawab soal tuduhan jika pihaknya yang ingin menghilangkan debat cawapres pada debat Pilpres 2024.

AYOJAKARTA.COM — Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), menjawab soal tuduhan jika pihaknya yang ingin menghilangkan debat cawapres pada debat Pilpres 2024.

Timnas AMIN tidak membantah bahwa pihaknya memang sempat mengusulkan jika debat Pilpres 2024 nanti capres dan cawapres akan selalu hadir berdampingan dalam setiap sesi.

Hal itu diungkapkan oleh Co-captain Timnas AMIN, Nihayatul Wafiroh.

Namun, Nihayatul membantah tegas terkait tuduhan bahwa pihaknya yang mengusulkan debat cawapres untuk dihilangkan.

Baca Juga: Timnas Anies-Muhaimin Setuju Ubah Format Debat Pilpres: Bukan Menghilangkan Debat Cawapres

Tuduhan tersebut dilayangkan oleh TKN Prabowo-Gibran Dradjad H Wibowo, yang menyebut usulan format debat Pilpres 2024 justru dari perwakilan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Nihayatul lantas meluruskan tuduhan tersebut dengan mengakui bahwa pihaknya memang meminta kehadiran setiap paslon dalam setiap sesi debat, namun bukan menghilangkan debat cawapres.

"Dalam pertemuan FGD oleh KPU di 29 November 2023, Timnas Amin menyampaikan ide awal dalam diskusi FGD tersebut bahwa sebaiknya dalam setiap agenda debat, pasangan calon capres-cawapres untuk selalu dihadirkan dalam seluruh rangkaian debat, namun bukan menghilangkan debat cawapres," ujar Nihayatul dalam rilisnya seperti dikutip dari laman Republika.co.id, Senin, 4 Desember 2023.

Nihayatul berujar bahwa dengan kehadiran pasangan capres dan cawapres pada setiap sesi merupakan suatu hal yang penting.

Baca Juga: Anies Baswedan-Cak Imin Ngaku Kaget Soal Format Debat Cawapres, Dradjad Ungkap Hal Mengejutkan: Usulannya Kan dari Tim Mereka

Namun, kehadiran pasangan pada sesi debat bukanlah untuk ikut menjawab pertanyaan debat, melainkan hanya sebagai audiens.

Nihayatul kembali menegaskan, usulan timnya untuk 'hadir berpasangan lengkap' bukan berarti 'hadir untuk berdebat',” serta juga bukan berarti menghilangkan debat antara cawapres.

Selanjutnya dalam rapat hari itu, akhirnya hanya diputuskan oleh KPU soal lokasi dan tanggal/waktu pelaksanaannya debat Pilpres 2024.

Timnas AMIN justru menyatakan tudingan balik bahwa pihak TKN Prabowo-Gibran lah yang mengusulkan bahwa dalam debat hanya berisikan soal pemaparan dokumen visi-misi saja.

Baca Juga: KPU Dihujat karena Mengubah Format Debat Capres-Cawapres, Jubir TKN Prabowo-Gibran: Ini Bukan Cerdas Cermat

Menurut Nihayatul, dalam rapat kala itu, pihaknya tegas menolak usulan TKN paslon nomor urut dua soal debat yang hanya berisi pemaparan visi-misi.

"Dalam kesempatan yang sama Timnas AMIN telah dengan tegas menolak usulan Tim Paslon Nomor 2 yang jika disetujui akan membatasi pengenalan pemilih terhadap kualitas utuh para paslon, serta terkesan ingin memberikan kenyamanan berlebih pada paslon tertentu. Penolakan serupa juga diutarakan oleh Tim Paslon Nomor urut 3," ujarnya menambahkan.

Nihayatul kemudian menjelaskan bahwa terkait format debat Pilpres 2024, hingga kini masih terus dilakukan pembahasan oleh KPU dan seluruh tim paslon.

Jadwal Debat Pilpres 2024

1. Debat Hari Pertama

Hari/Tanggal: Selasa 12 Desember 2023

Tema: Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.

2. Debat Hari Kedua

Hari/Tanggal: m Jumat, 22 Desember 2023

Tema: Pertahanan, Keamanan, Geopolitik, dan Hubungan Internasional.

3. Debat Hari Ketiga

Hari/Tanggal: Ahad, 7 Januari 2024

Tema: Ekonomi (Kerakyatan dan Digital), Kesejahteraan Sosial, Investasi, Perdagangan, Pajak (Digital), Keuangan, Pengelolaan APBN dan APBD, Infrastruktur.

4. Debat Hari Keempat

Hari/Tanggal: Ahad, 21 Januari 2024

Tema: Energi, SDA, SMN, Pajak Karbon, Lingkungan Hidup, dan Agraria, dan Masyarakat Adat.

5. Debat Hari Kelima

Hati/Tanggal: Ahad, 4 Februari 2024

Tema: Teknologi Informasi, Peningkatan Pelayanan Publik, Hoaks, Intoleransi, Pendidikan, Kesehatan (Post-Covid Society), dan Ketenagakerjaan.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana