Nasional

Untungkan Buzzer, Anies Baswedan Minta Pers Hindari Berita Provokatif

Oleh: Sahdan Maulana Sabtu 02 Des 2023, 07:44 WIB
Untungkan Buzzer, Anies Baswedan Minta Pers Hindari Berita Provokatif

AYOJAKARTA.COM -- Capres dari nomer urut 1, Anies Baswedan Hadir dalam acara Dialog Capres 2024 bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Kantor PWI Pusat, Jumat, (1/12/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan mengimbau pers untuk menghindari berita yang berbau provokatif.

Anies Baswedan mengatakan bahwa berita yang provokatif hanya akan menguntungkan buzzer.

"Berita provokatif hanya menguntungkan buzzer dan memperkuat polarisasi di masyarakat. Jadi, jangan beri "feeding" kepada buzzer," ujar Anies.

Baca Juga: Mantan Kadiv Propam Sekaligus Anak Buah Krishna Murti Mulai Buka Suara Perkara Jessica Wongso, Begini Katanya

Anies mengklaim bahwa semasa menjabat sebagai Gunbenur DKI Jakarta, dia tidak pernah sekalipun menggunakan jasa buzzer untuk menolak kritik dari masyarakat.

Menurutnya, ia tidak akan mendapat serangan seperti saat ini apabila menggunakan jasa buzzer.

"Kalau pakai buzzer, enggak babak belur begini. Justru kita apa adanya,” kata Anies.

Anies Baswedan mengaku lebih memilih berdo'a daripada harus menggunakan jasa buzzer.

“Saya selalu bilang begini, berikan saya umur panjang sehingga pemutarbalikan kenyataan lewat mesin yang dahsyat ini semoga bisa dijawab dengan kenyataan, bukan pertanyaan lagi,” ucap Anies.

Baca Juga: Tipe Golongan Darah yang Punya Bakat Kaya Raya Sejak Lahir, Urutan Pertama Ternyata Bukan Goldar AB

Anies mengungkapkan, bahwa buzzer justru meruska demokrasi. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa solusinya adalah dengan berdiskusi dengan awak media.

"Solusinya harus diomongin dengan teman-teman semua sama mereka yang bergerak di media. Karena satu sisi kita ingin menjaga kebebasan berekspresi. Itu jangan sampai hilang,” kata Anies.

Anies berjanji bahwa dia tidak akan menggunakan jasa buzzer karena merusak demokrasi.

“Kami ke depan insya Allah tidak akan pakai karena itu merusak sekali,” pungkasnya.

Buzzer sendiri adalah sekelompok orang yang dibayar untuk menggunakan social medianya untuk mempromosikan, mengkampanyekan atau menutupi isu tertentu.

Buzzer dalam dunia politik sering dicap negatif karena para buzzer ini kebanyakan digunakan untuk menurunkan kredibilitas lawan politik.***

Reporter Sahdan Maulana
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil