AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menyebutkan bahwa proyek Ibu Kota Negara (IKN) bukanlah salah satu cara melakukan pemerataan ekonomi.
Hal tersebut dikatakan Anies saat menghadiri acara dialog terbuka Muhammadiyah beberapa waktu lalu.
Capres asal Partai NasDem tersebut berjanji akan mengkaji dengan serius pembangunan IKN Nusantara tersebut yang saat ini dibangun di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Adapun janjinya itu akan dilakukan apabila dirinya terpilih menjadi Presiden di Pilpres 2024 mendatang.
Anies Baswedan menilai, jika salah satu alasan dibangunnya IKN adalah pemerataan ekonomi, maka hal tersebut tidak sesuai dengan harapan dengan menghasilkan pemerataan yang baru.
"Ketika tujuan membangun kota baru dan ibu kota baru adalah dengan alasan pemerataan maka itu tidak menghasilkan pemerataan yang baru," ucap Anies Baswedan.
Baca Juga: UGM Buka Suara Soal Larang Anies Isi Diskusi di Kampus, Bantah dan Tuduh Balik Panitia
Hal tersebut diungkapkan dikarenakan akan menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah-daerah yang ada disekitarnya.
"Mengapa? Karena itu akan menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah-daerah yang ada di sekitarnya," lanjut Anies Baswedan.
Menurut pasangan nomor urut satu, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, jika ingin melakukan pemerataan pembangunan di Indonesia, maka yang harus dilakukan adalah membangun kota-kota kecil menjadi kota menengah, dan membangun kota menengah menjadi kota besar.
"Bangun kota kecil menjadi menengah, kota menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indonesia. Bukan hanya membangun satu kota di tengah-tengah hutan, karena membangun satu kota di tengah hutan itu sesungguhnya menimbulkan ketimpangan yang baru," kata Anies Baswedan.
Sehingga, jika dilihat tujuan utama pembangunan IKN Nusantara dan langkah yang diambil, tidak sinkron alias tidak nyambung.
Baca Juga: Bawaslu DKI Jakarta Usut Dugaan Kasus Dukungan Kepala Desa ke Prabowo-Gibran
Oleh sebab itu, jika pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024, maka proyek IKN tersebut akan dikaji ulang secara serius.
Hal tersebut dilakukan agar tujuan pemerataan ekonomi yang disebutkan sebelumnya dapat tercapai dengan maksimal.
"Kami melihat di sini problem ini problem karena itu ini harus dikaji secara serius karena tujuan kita yang saya sampaikan tadi Indonesia yang setara Indonesia yang merata," imbuh Anies Baswedan.
Karena kalau saat ini, pembangunan yang terjadi di ibu kota baru di Kalimantan Timur tersebut akan sia-sia dan justru akan menimbulkan ketimpangan baru di Kawasan Indonesia tengah dan timur.