AYOJAKARTA.COM - Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Kamis, 23 November 2023 menghadiri acara dialog terbuka bersama pakar pendidikan dan mahasiswa.
Dalam dialog terbuka di Universitas Muhammadiyah Jakarta, pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD menyoroti sejumlah aspek sosial.
Selain menyoal isu pendidikan, penegakan hukum dan demokrasi, kehadiran Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga mencermati peran perempuan dalam kebangsaan.
Baca Juga: Kunjungi Warga di Papua, Ganjar Pranowo Mendengarkan Aspirasi tentang Pendidikan dan Sumber Daya
Kaum perempuan, menurut pasangan Ganjar-Mahfud memiliki potensi sangat besar dalam menentukan arah dan kemajuan bangsa.
Karena itu penting bagi negara untuk memastikan posisi perempuan ke dalam satu kesatuan peran yang juga terlindungi secara konstitusional.
Penilaian tersebut, menurut Ganjar-Mahfud diperlukan sebagai bagian dari upaya mengurangi praktek diskriminasi yang sering dialami kaum perempuan.
Baca Juga: Gaspol Raih Pemenangan di Jatim, TPD Ganjar Pranowo-Mahfud MD Siapkan Strategi Khusus
Salah satu aspek penting yang perlu menjadi bagian dari perlindungan terhadap perempuan, menurut Ganjar adalah memastikan adanya afirmasi.
“Perempuan dalam banyak hal tertinggal, maka mesti ada tindakan khusus, itulah tindakan afirmasi yang diberikan,” ungkap Ganjar.
Melalui afirmasi yang diberikan kepada perempuan dalam berbagai bidang, Ganjar-Mahfud optimis akan mampu membawa dampak dan perubahan besar bagi Indonesia.
Baca Juga: Janji Sikat Korupsi, Ganjar Pranowo: Butuh Aktor yang Hebat
Perempuan yang terdidik dan memiliki kompetensi, menurut Ganjar-Mahfud akan mampu melahirkan generasi baru Indonesia yang lebih berkarakter.
“Situasi sudah seperti ini, maka berhati-hati, pendidikan harus jadi perhatian, itulah membangun kesadaran dari awal akan hak diri dan orang lain,” imbuhnya.
Berbicara mengenai peran perempuan dan kebangsaan, cawapres Mahfud MD melihat perempuan sebagai bagian dari substansi hukum.
“Kalau dari sudut peraturan, perempuan dan laki-laki itu sama kedudukannya di mata hukum dan pemerintahan, tidak ada bedanya,” ungkap cawapres Mahfud MD.
Kendati peran perempuan di Indonesia sempat terwakili oleh jabatan Presiden, Menteri hingga Bupati, namun tidak sepenuhnya mampu menghapus upaya diskriminasi.
Baca Juga: Blak-blakan! di Hadapan Ganjar Pranowo, Jusuf Kalla Tolak Gabung TPN, Ternyata Ini Alasannya
Karena itu Mahfud MD menilai penting bagi pemerintah dan negara untuk mempersiapkan regulasi yang jelas menyangkut peran perempuan, termasuk di dalam sebuah organisasi.
Dengan adanya peraturan yang jelas, tertulis dan mengikat maka diharapkan akan menjadi akhir dari diskriminasi terhadap kaum perempuan.
Kehadiran perempuan di dunia pendidikan, menurut Mahfud bisa menjadi indikasi adanya perbaikan bangsa di masa depan.
Baca Juga: Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Menurun, TPN Bakal Evaluasi?
“Saya belasan tahun itu mewisuda mahasiswa di perguruan tinggi, kalau ada sepuluh yang Cumlaude; tujuh sampai delapan adalah perempuan,” imbuh Mahfud.
Adanya peningkatan peran di bidang kebangsaan, menurut Mahfud disebabkan tipikal perempuan Indonesia yang tekun, potensial sehingga harus diberikan kesempatan.
Demikian tanggapan cawapres yang dikutip Ayojakarta pada Kamis, 23 November 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***