AYOJAKARTA.COM - Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, angkat bicara mengenai isu tekanan politik dari instrumen kekuasaan menjelang Pilpres 2024.
Anies Baswedan mengatakan tekanan yang dialami saat ini tidak sebanding dengan yang dirasakan rakyat.
Ini karena Anies Baswedan melihat sampai saat ini banyak rakyat yang mengalami tekanan yang luar biasa.
Menurutnya, persoalan sulitnya lapangan pekerjaan, kebutuhan pokok, hingga layanan kesehatan perlu menjadi perhatian.
“Jadi tekanan apapun yang kita harus lewati tidak ada artinya dibandingkan tekanan yang sedang dihadapi oleh rakyat hari ini. Tekanan sulitnya lapangan pekerjaan, tekanan mahalnya kebutuhan pokok, tekanan ketika kesulitan membayar tagihan ketika sakit, itu semua tekanan-tekanan yang luar biasa,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (21/11/2023).
Anies menyadari bahwa tekanan terbesar justru lebih banyak dirasakan oleh masyarakat saat ini.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar Meningkat, Gara-gara Dukungan Emak-emak?
Oleh sebab itu, tekanan yang dialami rakyat saat ini perlu dihilangkan sehingga pihaknya ingin membawa perubahan.
“Jadi bagi kita-kita yang hari ini merasakan ada tekanan nggak ada artinya itu dibandingkan tekanan yang dialami oleh rakyat. Karena itu ketika kita sekarang bicara perubahan kita ingin tekanan-tekanan itu hilang di masyarakat,” jelasnya.
Bagi Anies, setiap perjuangan sudah pasti ada tantangan seperti pihak yang tidak menginginkan perubahan.
Namun, Anies memandang berbagai tekanan yang dihadapi merupakan bagian dari perjuangan dan harus dihadapi.
Sebab, menurut Anies hal tersebut merupakan konsekuensi logis yang harus dihadapi dalam perjuangan.
“Adapun tekanan yang kita hadapi ya itu bagian dari perjuangan, hadapi saja, yang namanya perjuangan pasti ada tantangan, ikhtiar perubahan pasti ada yang tidak ingin perubahan. Itu konsekuensi logis yang harus dihadapi. Tapi kita sama-sama sadar bahwa tekanan terbesar bukan dialami oleh kami. Tekanan terbesar itulah yang dirasakan oleh rakyat dan itu yang harus diubah,” tutupnya.***