Nasional

Tolak Politik Dinasti, Ray Rangkuti akan Lawan Gibran Sekalipun Berpasangan dengan Ganjar

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Selasa 21 Nov 2023, 14:16 WIB
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang membangun kerajaan dinasti politik.

AYOJAKARTA.COM — Pernyataan tegas dan keras muncul dalam acara Mimbar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Relawan Gapura Nusantara (RGN), ketika Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang membangun kerajaan dinasti politik.

Rangkuti mengemukakan, Jokowi dalam sembilan tahun membangun Indonesia dengan baik sebagai petugas partai. Namun, dalam setahun terakhir, ia terlihat berubah dan menciptakan kerajaan dinasti politiknya sendiri.

Menurut Rangkuti, Jokowi sebelumnya dianggap sebagai petugas partai yang efektif dalam membangun Indonesia.

Namun, dalam setahun terakhir, terlihat bahwa Jokowi merasa bukan lagi petugas partai, melainkan dirinya sendiri dan bahkan disebut-sebut sebagai raja yang melahirkan dinasti.

Baca Juga: Efek Gemoy, Elektabilitas Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Meroket Tembus Angka 40 Persen

Rangkuti kemudian memberikan gambaran tentang konsep dinasti politik, mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 yang sebelumnya menyatakan dinasti politik sebagai tindakan yang dilarang.

"Apa yang disebut dinasti politik saat itu satu tingkat ke atas satu tingkat ke samping kiri dan kanan satu tingkat ke bawah. Artinya Ayah anak ibu saudara dan saudari plus juga istri semenda itu yang disebut dengan kategori dinasti politik setidaknya oleh undang-undang Nomor 8 2015," tegasnya, dikutip dari kanal YouTube Kanal Anak Bangsa pada Selasa, 21 November 2023.

Namun menurunya pengertian tersebut tidak cukup, ada dua syarat lainnya.

"Dua syarat yang lain itu adalah bahwa salah satu dari keluarga ini sedang menjabat di jabatan yang bersifat elected, baik gubernur atau anggota DPRD, itu semua disebut dengan elected official," lanjut dia.

Baca Juga: Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Iklan yang Diduga Ajakan Kampanye dan Anak Kecil

Lalu syarat yang ketiga, yang bersamaan cabang kekuasaan ini juga mengincar jabatan-jabatan yang bersifat elected official.

Ray mengemukakan dengan alasan tersebut, Jokowi dan yang dipraktikkannya sekarang ini per definisi undang-undang tersebut adalah contoh paling sempurna yang disebut dengan dinasti politik itu.

Dia lantas menyebutkan tiga alasan apa yang sedang terjadi sekarang.

"Pertama yang maju adalah anaknya sendiri, satu tingkat ke bawah. Kedua, Presiden Jokowi masih menjabat sebagai presiden dan yang ketiga anaknya mengincar jabatan yang bersifat elected official yaitu calon wakil presiden," jelasnya.

Baca Juga: Momen Mahfud MD Hadiahi Gibran Buku Biografi saat Jadi Ketua MK, Netizen: Gibran Disuruh Belajar!

"Oleh karena itu kalau kita sebut Jokowi sedang membangun dinasti per definisi undang-undang itu tepat, meskipun kemudian undang-undang ini dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi," tegas Ray.

Meskipun undang-undang tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, Rangkuti menegaskan bahwa secara ide dan isu, definisi dinasti politik pernah dibuat, dan tindakan Jokowi dapat dianggap sebagai contoh dinasti politik.

Ray menegaskan pendapatnya tentang dinasti politik Jokowi ini tidak terkait dengan pilihan politiknya. Sekalipun Gibran Rakabuming berpasangan dengan Ganjar Pranowo atau siapapun dia akan tetap melawan.

"Nggak ada cerita, kalau dia dengan Ganjar sekalipun, saya akan akan keras melawan," pungkasnya.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Tedi Rukmana