Nasional

Nyamuk Wolbachia untuk Apa? Pro Kontra Disebut Atasi DBD Kemenkes Ikut Buka Suara, Begini...

Oleh: Linda Wati Senin 20 Nov 2023, 12:29 WIB
Illustrasi. Benarkah Nyamuk Wolbachia Atasi DBD? Simak Penjelasan dari Kementerian Kesehatan

AYOJAKARTA.COM - Keberadaan nyamuk wolbachia baru-baru ini tengah mencuri perhatian publik. Sehingga tak sedikit yang bertanya nyamuk wolbachia untuk apa?

Terkait pertanyaan mengenai nyamuk wolbachia untuk apa, Anda dapat menemukan jawabannya di sini.

Dikutip AyoJakarta.com dari laman Republika, Kementerian Kesehatan RI mengatakan inovasi teknologi wolbachia ini dapat dimanfaatkan untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca Juga: Anies Baswedan Batal Mengisi Seminar di UGM, Begini Kata Pengamat Politik

Rupanya pemanfaatan teknologi wolbachia ini tidak hanya dikembangkan di Indonesia, namun telah juga diterapkan di sembilan negara lain dan hasilnya terbukti efektif untuk pencegahan demam berdarah.

Adapun negara yang dimaksud menerapkan teknologi tersebut antara lain Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Meksiko, Kiribati, Kaledonia Baru, dan Sri Lanka.

Menurut Kemenkes RI, teknologi wolbachia ini melengkapi strategi pengendalian yang berkasnya sudah masuk ke Stranas (Strategi Nasional).

Sementara di Indonesia, sedikitnya dilaksanakan pada lima kota yakni Kota Semarang, Jakarta Barat, Kota Bandung, Kupang, dan Kota Bontang, hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1341 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan demam berdarah.

Wolbachia diklaim dapat melumpuhkan virus demam berdarah yang ada pada tubuh nyamuk Aedes aegypti , sehingga virus DBD tidak akan menular ke dalam tubuh manusia.

Baca Juga: Stadion Manahan Solo Jadi Venue Pembuka Babak 16 Besar Piala Dunia U-17, Cek Jadwal Lengkap di Sini!

Nantinya, jika nyamuk Aedes aegypti jantan berwolbachia kawin dengan Aedes aegypti betina, maka virus DBD yang ada pada nyamuk betina akan terblok.

Begitu juga sebaliknya, jika yang berwolbachia adalah nyamuk betina lalu kawin dengan nyamuk jantan yang tidak berwolbachia, maka seluruh telurnya akan mengandung wolbachia.

Sebelumnya, uji coba nyamuk wolbachia telah sempat dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada 2022.

Hasilnya pun cukup baik, setelah disebarnya wolbachia sebanyak 77 persen kasus DBD dapat ditekan dan menurunkan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86 persen.***

Reporter Linda Wati
Editor Jinan Vania Barizky