AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Gibran Rakabuming Raka telah dituduh menggunakan ijazah palsu.
Gibran Rakabuming merespons santai tudingan yang dilayangkan oleh Dokter Tifa dan Roy Surya yang menyebut dirinya menggunakan ijazah palsu.
Ia pun menganggap bahwa tudingan ijazah palsu dari beberapa pihak sebagai hal lucu dan saat dikonfirmasi dirinya tidak merasa dirugikan akibat kejadian tersebut.
Baca Juga: Anies Baswedan Batal Mengisi Seminar di UGM, Begini Kata Pengamat Politik
“Enggak, saya anggap lucu-lucuan. Karena baru sekarang dipermasalahkan,” ujarnya dikutip Ayoajakarta.com dari kanal YouTube berita surakarta, Senin (20/11/2023).
Gibran menyatakan bahwa jika ijazah yang dia miliki merupakan palsu seharusnya dipermasalahkan sejak awal.
Yaitu saat pendaftaran pasangan capres dan cawapres di Koalisi Pemilihan Umum (KPU), namun menurutnya ijazah yang dimiliki telah diunggah di KPU.
“Ini saya sudah upload di KPU,” kata dia.
Capres dari KIM ini menyebut bahwa tudingan mengenai ijazah palsu yang dilayangkan kepada dirinya merupakan bagian dari kampanye hitam.
Gibran menyatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi hal biasa dan tidak perlu dipersoalkan lagi.
Terkait tuduhan bahwa Gibran hanya lulusan SMK saja, ia pin menyatakan agar tidak terlalu ditanggapi secara berlebihan.
Baca Juga: Stadion Manahan Solo Jadi Venue Pembuka Babak 16 Besar Piala Dunia U-17, Cek Jadwal Lengkap di Sini!
“Saiki usume (sekarang sedang marak soal tudingan) Gibran lulusan SMK, lha nek (kalau) lulusan SMK kenapa tho? Kan lulusan SMK juga bagus,” ungkapnya.
Tak tanggung-tanggung, putra sulung Presiden Joko Widodo ini sengaja menunjukkan ijazah S1 miliknya dihadapan para wartawan dan media agar bisa diketahui keasliannya.
“Tetapi ini untuk sertifikasi dan lain-lain, (ijazah) S1 ada di sini. Saya bawakan biar teman-teman media bisa lihat bentuk aslinya, pegang fisiknya,” kata Gibran sembari menunjukkan ijazah sarjana miliknya.
Tudingan terkait ijazah palsu ini pertama kali dilontarkan oleh pegiat media sosial Dokter Tifa melalui akun X @DokterTifa.
Yang menyebut bahwa Gibran tidak pernah berkuliah di University of Technology Sydney (UTS) Insearch Sydney Australia.
“Bran @gibran_tweet ijazah kursusmu dari Insearch UTS mana coba tak lihat. Insearch setahuku artinya program atau kursus untuk persiapan masuk UTS,” tulis Dokter Tifa.
Sama seperti Dokter Tifa, Roy Suryo pun turut menanggapi tudingan soal ijazah palsu Gibran dan mempertanyakan keaslian informasi yang beredar.
“Ini SURAT KETERANGAN (ASLI) dari DirJen DikDasMen DikBud ditandatangani SesDirJen Dr Sutanto SH MA th 2019. Menegaskan ‘Grade 12’ si GRR di UTS Insearch Sydney Aus th 2006 itu setara ESEMKA, eh SMK / Sekolah Menengah Kejuruan bid Akuntansi & Keuangan di Indonesia bukan S-1. AMBYAR,” tulis Roy Suryo melalui akun X @KRMTRoySuryo1.***