AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan batal menjadi pembicara seminar dan diskusi di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pelaksanaan seminar yang mengundang Anies Baswedan tersebut rencananya digelar pada Jumat, 19 November 2023 kemarin.
Pembatalan Anies Baswedan untuk menjadi pembicara di UGM tersebut diketahui karena tidak mendapatkan izin dari rektorat.
Menanggapi hal tersebut, Anies Baswedan menyayangkan sikap rektorat di mana seharusnya pihak kampus UGM bisa netral.
Kendati demikian, Sekretaris Universitas Gadjah Mada (UGM) Andi Sandi menegaskan UGM tak pernah melarang capres siapapun untuk datang ke kampus.
Tetapi, kini UGM sudah memiliki aturan sendiri dalam mengundang capres maupun cawapres ke kampus.
"Jadi pertama, rektorat tidak pernah melarang kegiatan untuk akademis terkait dengan kehadiran Mas Anies atau calon yang lain ketika bicaranya itu bicara ilmiah atau akademis," kata Andi seperti dikutip AyoJakarta.com dari Republika pada Minggu, 19 November 2023.
Baca Juga: Pendukung Ganjar Pranowo di Jawa Tengah Beralih Dukung Prabowo-Gibran, Ini Alasannya
Akan tetapi, jika melakukan kampanye di kampus maka UGM sudah menerapkan aturan tersendiri usai disahkannya putusan MK.
"Iya kalau scope-nya (ruang lingkup) kampanye kita ada SOP yang kami tetapkan pascakeluarnya putusan MK itu," ucapnya.
Kemudian ia memberikan gambaran jika jika ada fakultas yang ingin mengundang salah satu capres, maka seluruh kandidat capres lainnya juga harus diundang.
Hal tersebut demi dan untuk mengedepankan prinsip keadilan dan netral.
"Umpamanya sekarang ada yang salah satu unsur fakultas atau sekolah atau pimpinan universitas ingin mengundang Pak Prabowo, nah tiga-tiga-tiganya harus kita undang. Perkara nanti umpamanya Mas Anies, atau Mas Ganjar enggak bisa datang itu urusan lain, tetapi kami harus berlaku adil. Jadi memang kami bahkan yang pertama yang punya SOP itu," tambahnya.
Di mana SOP yang diterapkan oleh UGM juga akan membatasi jumlah peserta yang hadir dan harus berasal dari internal kampus UGM.
"Jadi itu SOP yang sudah kami tetapkan. Dan juga proses kampanye itu ya dalam diskusi dengan tema program. Jadi program-program mereka, jadi diskusi, jadi tidak semacam ya ngumpulin orang hura-hura, enggak, lebih pada scope akademik," ungkapnya.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Akui Mulai Banyak Terkena Serangan: Senyumin Aja
"Kalau konteksnya itu pemilu atau kampanye kami sudah punya SOP. Di dalam SOP itu diatur bahwa kalau kampanye harus UGM yang mengundang dan semua harus diundang tidak hanya satu orang. Tidak hanya satu pasangan calon," jelas Andi.