AYOJAKARTA.COM -- Usai ramai soal kabar beredarnya uang pecahan Rp 20ribu yang berstempel 'Prabowo Satrio Piningit' membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran buka suara.
Pihak TKN Prabowo-Gibran diwakili Nusron Wahid selaku Sekretaris menegaskan bahwa peredaran uang pecahan Rp 20ribu yang bertuliskan 'Prabowo Satrio Piningit' bukanlah buatan mereka.
Nusron dengan tegas membantah terkait banyaknya tuduhan yang menganggap jika uang tersebut adalah kreasi dari TKN Prabowo-Gibran.
Menurut Nusron, baik TKN Prabowo-Gibran pada koalisi maupun pada wilayah daerah tidak ada yang membuat kreasi seperti itu.
Hal itu disampaikan Nusron Wahid dalam acara jumpa pers seperti dilansir Ayojakarta.com pada kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (18/11/2023).
Ia pun menyayangkan atas beredarnya uang tersebut hingga dirasa cukup merugikan pasangan capres cawapres nomor dua tersebut.
"TKN menyayangkan adanya peredaran uang yang itu ada tulisan dan gambarnya Pak Prabowo Satrio Piningit yang kemudian direspon oleh BI. Kami menyayangkan adanya peredaran itu," ujar Nusron.
Ia pun membantah bahwa pihaknya lah yang telah membuat peredaran uang tersebut.
Baca Juga: 5 Tanda Dia Suka Kamu Tapi Perasaannya Disembunyikan, Bahasa Tubuh Tak Bisa Bohong
"Dan itu tidaklah kreasi dari TKN maupun tim kampanye di daerah maupun dari partai koalisi pendukung yakni Koalisi Indonesia Maju," tegasnya.
Nusron bahkan tidak mengetahui soal peredaran uang tersebut. Dan dirinya menyayangkan pihak tanggapan dari Bank Indonesia.
Di mana BI justru memberikan tanggapan yang mengesankan bahwa pihak tim Prabowo-Gibran lah yang membuat peredaran tersebut.
"Kami juga tidak tahu peredaran itu munculnya dari mana, tapi kamu sangat menyayangkan kenapa seakan-akan Bank Indonesia itu dalam menanggapinya itu berlebihan sehingga terkesan bahwa dari pihak kami yang membuat peredaran uang tersebut," ungkapnya.
Selain itu, Nusron juga meminta kepada para pengedar uang pecahan Rp 20ribu dengan gambar Prabowo Satrio Piningit agar mau melaporkannya ke Bank Indonesia.
Nusron hanya tidak ingin nama baik paslon yang diusungnya menjadi dirugikan karena persoalan ini.***