Nasional

TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Respon Pernyataan Megawati Perihal Manipulasi Hukum: Jangan Buat Kabar Burung!

Oleh: Salman Muhammad Ilham Senin 13 Nov 2023, 06:35 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri umumkan cawapres Ganjar Pranowo

AYOJAKARTA.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka merespon pernyataan yang disampaikan oleh ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait adanya manipulasi hukum perihal putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Nusron Wahid menyampaikan bahwa menurutnya hingga saat ini tidak ada kecurangan, karena bahkan pemilu dan kampanye saja belum dimulai.

Hal ini disampaikan Nusron Wahid di kantor TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Jalan Letjen S Parman Kav 7-8, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (12/11/2023).

Baca Juga: Elektabilitas Prabowo – Gibran Terus Naik, Potensi Pilpres Menang Satu Putaran?

"Pertandingan belum dimulai dan belum selesai. Kita tidak bisa mengatakan di mana ada penyelewengan, kampanye saja belum dimulai. Kok sudah katakan ada penyelewengan," ujar Nusron, dikutip dari Suara.com, Senin (13/11/2023).

Nusron mengatakan, apabila memang ada penyelewengan yang dilakukan maka silahkan untuk membuktikan hal tersebut.

"Kalau dikatakan sudah ada bentuk penyelewengan, ya silakan dibuktikan. Jangan membuat insinuasi dan kabar burung. Sekali lagi fakta yang kita angkat bukan cerita ya kan. Pemilu itu kita bicara fakta bukan bicara fiksi," ucap Nusron.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Unggul Elektabilitas, Berpotensi Menang Satu Putaran?

Perihal putusan MK terkait usia Capres-Cawapres, Nusron menyampaikan bahwa keputusan tersebut dibuat berdasarkan keputusan kolegial.

Dia menyampaikan bahwa posisi Anwar Usman selaku ketua MK saat itu, yang merupakan ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki pengaruh terhadap hasil keputusan MK.

"Satu hakim mempunyai hak yang sama dan telah dibuktikan oleh MKMK, tidak ada satu saksi pun yg mengatakan bahwa Anwar Usman bisa memengaruhi hakim-hakim yang lain. Terus kalau ada mengatakan manipulasi, manipulasi nya ada di mana? Wong Undang-undang mengatakan bahwa masing-masing hakim mempunyai hak yg sama, dan anwar Usman sendiripun meskipun kepala, mempunyai hak yang sama, dan kebetulan posisinya 5-4," ucapnya.

Baca Juga: Survei Elektabilitas Capres 2024 Terbaru, Indo Barometer: Prabowo Subianto Unggul dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Meskipun begitu, Nusron menyampaikan bahwa ia tetap menghormati Megawati selaku tokoh politik yang telah memberikan banyak kontribusi pada Indonesia.

“Kita menghormati kepada bu Mega, beliau Presiden kita ya kan. Beliau mempunyai jasa besar terhadap membuat berbagai amandemen Undang-Undang Dasar yang melahirkan reformasi," tuturnya.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri membahas perihal yang terjadi dengan MK akhir-akhir ini, ia menyampaikan bawa apa yang terjadi di MK adalah sebuah manipulasi hukum.

Megawati memberikan tanggapan tersebut melalui kanal YouTube PDI Perjuangan.

"Apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini telah menyadarkan kita semua bahwa berbagai manipulasi hukum kembali terjadi," ujar Megawati.

Baca Juga: Jubir TPN Ganjar-Mahfud Ungkap Dugaan Kepolisian Memberi Arahan untuk Menangkan Prabowo-Gibran

Manipulasi hukum menurutnya dapat terjadi akibat adanya praktik kekuasaan yang mengabaikan kebenaran.

"Itu semua akibat praktik kekuasaan yang telah mengabaikan kebenaran hakiki, politik atas dasar nurani," tuturnya.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Desi Kris