AYOJAKARTA.COM – Capres Anies Baswedan menyatakan bahwa tidak akan mendorong anaknya menjadi cawapres apabila dirinya terpilih menjadi presiden.
Anies Baswedan mengatakan salah satu hal yang paling penting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk menjalani proses pertumbuhan yang alami.
Menurut Anies Baswedan, pertumbuhan yang alami akan memberikan pengalaman hidup.
Sebab, jatuh bangun dalam hidup merupakan bagian dari perjalanan anak untuk bekal masa depan.
Baca Juga: Anies Baswedan Yakin akan Menang Dalam Satu Putaran: Insyaallah
Hal tersebut disampaikan Anies dalam acara perayaan HUT ke-12 Partai NasDem di Kantor DPP Nasdem, Sabtu, 11 November 2023.
“Menurut saya salah satu hal yang penting di situ adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk menjalani proses pertumbuhan yang alami. Ada kesempatan untuk dapat pengalaman, dapat pengetahuan, dapat jaringan, jatuh bangun, itu bagian dari perjalanan hidupnya dan itu juga yang kemudian nanti membekali dia untuk ambil rute apapun nanti,” kata Anies, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin, 13 November 2023.
Besar di keluarga yang mengutamakan pendidikan, Anies percaya bahwa seorang anak dikatakan sukses tidak hanya ketika meraih sesuatu.
Anies melihat seseorang disebut sukses apabila bangkit dari jatuh dan inilah yang merupakan bagian dari pertumbuhan dan pelajaran.
Selain itu, Anies percaya semakin dihadapkan dengan tantangan maka semakin banyak potensi yang bisa berkembang.
“Jadi saya termasuk yang mempercayai itu apalagi saya tumbuh besar di dalam suasana pendidikan. Di pendidikan itu disebut sukses itu bukan hanya bila meraih sesuatu, sukses itu bila bangkit dari kejatuhan, itu sukses. Karena itu jatuh dan bangkit itu bagian dari pertumbuhan pembelajaran dan kita tahu semakin ditempa dengan masalah semakin ditempa dengan tantangan maka dia akan semakin cemerlang, dia akan banyak potensi yang semakin berkembang,” ungkapnya.
Karena itu, Anies memilih untuk membiarkan anak-anaknya menentukan jalannya sendiri sesuai dengan minat dan aspirasinya.
“Jadi izinkan mereka untuk menjalani hidupnya, kegiatannya, sesuai dengan orang anak-anak sebayanya dan biarkan nanti mereka ambil rute sesuai dengan minatnya, sesuai dengan aspirasinya,” tutupnya.***