Nasional

Hadiri Silaknas ICMI, Anies Baswedan Sampaikan 8 Jalan Perubahan yang Siap Tanggulangi Ketimpangan

Oleh: Karseno AJ Selasa 07 Nov 2023, 07:32 WIB
Capres 2024 Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Menjadi pasangan capres-cawapres, duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menawarkan ide dan gagasan bertajuk Delapan Jalan Perubahan.

Mencangkup seluruh aspek kebangsaan, Delapan Jalan Perubahan yang dibawa Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar akan menjadi pilar utama bagi Indonesia.

Dalam kegiatan Silaknas ICMI di Makassar beberapa hari lalu, gagasan Delapan Jalan Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sempat disampaikan.

Baca Juga: Jika Menang Pilpres 2024, Anies Baswedan Janji Prioritaskan Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan

Menurut Anies, hingga saat ini Indonesia masih masih memiliki banyak persoalan dan ketimpangan yang perlu segera diselesaikan.

Dihadapan peserta silaturahmi kerja nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Anies mengenang lahirnya Program Indonesia Mengajar yang dirintisnya.

Adanya ketimpangan pendidikan yang bisa dinikmati masyarakat perkotaan dengan pelosok terpencil, menjadi latar belakang lahirnya program tersebut.

Baca Juga: Kritik Lemahnya KPK Saat Ini, Anies Baswedan Janji Buat KPK Kembali Bertaring: Tidak dalam Kendali Pemerintah

Karena itu, Anies menilai penting untuk juga mengoptimalkan kesetaraan setiap kali menggagas ide tentang keadilan.

Para pendahulu bangsa telah meletakkan tiga prinsip utama kebangsaan yang tertuang dalam Sumpah Pemuda.

Karenanya untuk bisa menjawab segala tantangan di masa depan, diperlukan satu formulasi pengukuhan yang dapat dijadikan sebagai pencapaian secara menyeluruh.

Baca Juga: Anies Baswedan Beri Pujian kepada Retno Marsudi: Kita Bangga dengan Ibu Menlu

“Tapi ini belum selesai, PR terakhir yang harus kita lakukan adalah tidak cukup satu tanah air, kita harus satu kemakmuran dimana semua punya kesempatan sama,” jelas Anies.

Kemakmuran bersama menjadi penting dijadikan sebagai sasaran pembangunan, sebab tanpa kemakmuran akan terus melahirkan ketimpangan.

Salah satu indikator masih adanya ketimpangan, dapat diketahui melalui perbedaan Indeks Pembangunan Manusia yang cukup mencolok.

“Angka IPM Indonesia bagian barat dengan wilayah Indonesia Timur, hari ini timpangnya terpaut sepuluh tahun,” ungkap Anies.  

Terkait dengan Delapan Jalan Perubahan, Anies menilai perlu adanya perubahan secara aktual yang mencangkup seluruh lingkup wilayah Indonesia.

Baca Juga: Anies Baswedan Kunjungi Padang Pariaman dan Ikuti Tradisi Makan Bajamba, Apa Itu?

Dengan adanya perubahan secara regional, maka setiap kendala yang timbul di suatu daerah dapat diselesaikan secara lebih rasional.

“Problemnya bukan di sektor tetap antar wilayah, Indonesia terlalu beragam untuk memakai pendekatan simetrik,” jelas Anies.

Oleh karena itu, Anies menilai salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan untuk memperkecil ketimpangan adalah membuka potensi kearifan di daerah.

Baca Juga: Aksi Bela Palestina, Anies Baswedan Ajak Massa Ikat Syal di Tangan Kanan Sambil Berikan Pesan Ini

Selain akan membuka lapangan pekerjaan, terbukanya potensi di daerah akan menjadi corong ekonomi tersendiri bagi masyarakat setempat.

Sehingga peran kaum teknokrat, para ilmuwan, akademisi dan seluruh sumber daya manusia bisa terakomodir dalam upaya membangun bangsa Indonesia.

“Pemegang tanda tangan memang memiliki otoritas, tapi tidak selamanya memiliki pengetahuan,” jelas Anies dikutip Ayojakarta Selasa, 7 November 2023 dari Kompas TV.   ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris