Nasional

Kritik Lemahnya KPK Saat Ini, Anies Baswedan Janji Buat KPK Kembali Bertaring: Tidak dalam Kendali Pemerintah

Oleh: Sulistiyaningsih Senin 06 Nov 2023, 15:53 WIB
Capres 2024, Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menyinggung soal Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bertekad untuk mengembalikan Marwah KPK ke tugas dan fungsi semestinya.

Apalagi saat ini KPK yang berada di bawah pimpinan Firli Bahuri sedang banyak mendapat sorotan dari publik bahkan sempat menjadi bulan-bulanan masyarakat.

Baca Juga: Info BMKG: Prediksi Hujan DKI Jakarta Hari Ini 6 November 2023, Akan Hujan Lebat?

Hal ini lantaran Ketua KPK Firli Bahuri diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Adanya kasus ini membuat kepercayaan publik terhadap KPK menjadi semakin berkurang. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi Anies Baswedan.

Saat berorasi di kegiatan Silaturahmi dan Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Four Point by Sheraton Hotel, Makasar pada Minggu 5 November 2023, Anies Baswedan buka suara soal kondisi KPK. 

Menurut bakal capres dari Koalisi Perubahan, sudah saatnya KPK saat ini dikembalikan menjadi lembaga yang benar-benar memiliki wewenang sendiri, jadi institusi yang bertaring dalam pemberantasan korupsi

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Bicara Soal Status Gibran di PDIP dan Putusan MK

Anies Baswedan juga menyinggung agar KPK semestinya menjadi lembaga yang benar-benar independen serta tidak dalam kendali dari pemerintah.

Mengingat bahwa KPK memiliki peranan besar di Indonesia untuk mencegah sektor strategis dari korupsi.

"Bagaimana KPK itu dikembalikan menjadi institusi yang benar-benar bertaring dan tidak dalam kendali pemerintah," ungkapnya.

"Karena dengan adanya KPK inilah maka sektor strategis bisa dicegah (korupsi)," tambahnya dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin (6/11/2023).

Pada kesempatan itu Anies Baswedan juga mengungkapkan bahwa pada saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia sempat meminta jajaran KPK membentuk KPK Ibukota.

Baca Juga: Respons Tak Terduga Gibran Jelang Putusan MKMK Atas Dugaan Pelanggaran Etik Anwar Usman, Gagal jadi Cawapres?

Yang mana pada saat itu Ketua KPK yang menjabat adalah Agus Rahardjo. Menurut bakal capres yang diusung Koalisi Perubahan ini tujuan dibentuk KPK Ibukota ini memaksimalkan pengawasan dan pencegahan korupsi di ibukota.

"Kami di Jakarta, minta tolong mantan KPK untuk jadi KPK Ibukota. Tugasnya apa? pencegahan, pencegahan, pencegahan. Karena kita tidak bisa lakukan penindakan," beber Anies. 

Menurutnya ketika dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, banyak program yang diusulkan di birokrasi. Akan tetapi ketika di review oleh KPK Ibukota menurutnya tidak layak untuk dijalankan.

"Kita seringkali bikin program hanya memberikan kepada sekelompok orang dan sekelompok orang lain tertinggal terus menerus," kata Anies Baswedan.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Jinan Vania Barizky