Nasional

Isu Gibran Masuk Partai Golkar usai Keluar dari PDIP, Begini Kata Pengamat

Oleh: Fitri Nurjanah Senin 06 Nov 2023, 09:34 WIB
Isu Gibran Masuk Partai Golkar usai Keluar dari PDIP, Begini Kata Pengamat

AYOJAKARTA.COM -- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, keanggotaan Gibran Rakabuming Raka di PDIP telah berakhir, semenjak maju sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Dengan adanya pernyataan tersebut maka secara otomatis saat ini, putra sulung Presiden Joko Widodo ini bukan lagi bagian dari PDIP.

Selain itu, Hasto pun menuturkan Gibran telah mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA). Bahkan Hasto pun menyebut, bahwa saat ini Gibran merupakan bagian dari keluarga besar Partai Golongan Karya (Golkar).

Baca Juga: 4 Tanda Orang Sulit Sukses Dilihat dari Kegiatan Sehari-hari yang Tak Bermanfaat

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut, dengan adanya pernyataan Hasto tersebut dapat membuat kepercayaan publik. Bahwa saat ini Gibran bukan lagi bagian dari kader PDIP.

“Berseprkulasi untuk diminta mengembalikan kartu anggota, tapi pernyataan Hasto ini kan mengkonfirmasi secara formal bukan lagi bagian dari PDIP,” ujar Adi, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube KompasTV, Senin, 6 November 2023.

Adi menilai dengan majunya Gibran sebagai cawapres Prabowo dapat membuktikan bahwa partai Golkar merupakan partai yang dapat menerima kondisi politik saat ini.

Namun, lanjut Adi, jika dilihat berdasarkan psikologi politik, hal ini akan sangat sulit untuk diterima.

Baca Juga: Cara Membersihkan WhatsApp agar Lebih Ringan Tanpa Menghapus Foto dan Video, Sudah Coba?

Pasalnya, kata dia, melihat politisi elit dari partai Golkar sendiri merupakan politisi elit yang memiliki banyak pengalaman.

“Elit-elit Golkar yang saya kira banyak politisi senior dan malang melintang, saya kira harus menerima realitas ini semua. Jika melihat partai Golkar ini merupakan partai yang sangat mengutamakan kepentingan diatas segala-galanya,” ucapnya.

Dengan begitu, jika hal ini benar terjadi maka keduanya baik Golkar maupun Gibran memiliki kepentingan masing-masing, dan saling membutuhkan satu sama lain.

Dia menyebut, satu sisi Gibran perlu memiliki partai politik yang mendukung dirinya maju sebagai cawapres.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Temukan Kupu-kupu di Antara Kumpulan Burung, Uji Kemampuan Visual Kamu

Di sisi lain jika Gibran menang dalam kontestasi Pilpres 2024, maka dengan begitu Golkar dapat mengklaim bahwa wakil presiden Indonesia adalah kader Golkar.

Sebelumnya, nama Gibran Rakabuming Raka secara resmi diusung oleh partai Golkar sebagai cawapres Prabowo Subianto dalam acara Rakernas Partai Golkar yang diadakan, pada Sabtu, 21 Oktober 2023 yang lalu.***

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil