AYOJAKARTA.COM - Menjadi pasangan capres-cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat antusiasme dan sambutan dari kaum muda.
Selain supremasi hukum, hal lain yang sering dibawa oleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD adalah kesempatan luas bagi generasi penerus bangsa.
Mengingat pentingnya peran kaum muda, Ganjar Pranowo-Mahfud MD menilai regulasi perlu disiapkan untuk mendongkrak perkembangan bangsa.
Baca Juga: Yuk Ikuti! Kebiasaan Orang Sukses di Malam Hari Terapkan Pola Jam 7-9 Malam, Apa Saja?
Anggapan tersebut sempat menjadi salah satu tema pembicaraan yang disampaikan capres Ganjar Pranowo dalam forum dialog bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.
Menurut Ganjar, kreativitas kaum muda Indonesia sudah sepantasnya diberikan fasilitas serta regulasi yang jelas untuk bekal Indonesia Emas.
Hal tersebut dinilai penting untuk dilakukan pemerintah di masa mendatang sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian.
Di hadapan peserta forum ICMI, Ganjar sempat menceritakan ironi yang banyak dialami dan terjadi dengan kaum muda Indonesia.
Salah satu bidang kreativitas kaum muda yang membuat Ganjar menilai pentingnya dukungan regulasi adalah terkait industri modifikasi kendaraan.
Baca Juga: Kembali Kunjungi Sumatera Barat, Anies Baswedan: Niat Baik Jadi Pintu Kemenangan
“Dia memodifikasi kendaraan, mesinnya diganti, tampilan luarnya menjadi bagus banget, tapi tidak bisa dipakai karena nomor mesin dan nomor rangka berbeda,” ungkapnya.
Karena tidak bisa beroperasi secara bebas di Indonesia, mobil hasil modifikasi tersebut kemudian dibeli oleh orang di luar negeri.
Dengan modal awal sekitar 600 juta, mobil hasil modifikasi anak muda Indonesia dibeli orang asing dengan nilai transaksi 6 milyar rupiah.
Mobil tersebut kemudian dibeli oleh orang Indonesia yang kebetulan sedang berlibur di luar negeri dengan harga 15 miliar rupiah.
“Kita lupa bahwa anak-anak muda kita punya kreativitas yang hebat, tetapi regulasi tidak mau mengcover itu,” keluh Ganjar.
Baca Juga: Golongan Darah yang Punya Karakter Cenderung Susah Setia, Waduh Goldar O Relate Banget Nih
Oleh karenanya, Ganjar menilai salah satu hal terpenting yang perlu diperbaiki di masa mendatang adalah regulasi atau peraturan.
Melalui adanya peraturan yang menunjang, Ganjar yakin hal tersebut akan berdampak pada peningkatan perekonomian Indonesia.
Terlebih lagi, ketika dua sektor perekonomian Indonesia yakni Blue Economy dan Green Economy masih belum berjalan secara maksimal dan optimal.
Blue economy merupakan pendekatan ekonomi yang bersifat maritim, sementara Green economi mengacu pada aspek perhutanan.
“Ada 77 persen wilayah laut dan perairan di Indonesia, namun sektor maritim ini baru berkontribusi 7,6 persen,” ungkap Ganjar.
Mengingat masih rendahnya potensi maritim yang berhasil dikelola, Ganjar mengingatkan seluruh pihak untuk terus mengupayakan peningkatan.
“Kita tidak berhenti saat lelah, tapi kita berhenti pada saat kita berhasil,” pungkasnya seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 4 November 2023 dari Kompas TV. ***