AYOJAKARTA.COM -- Isu Gibran Rakabuming Raka dipecat Partai PDIP lantaran mendaftarkan diri menjadi cawapres dari kubu Koalisi Indonesia Maju (KIM) santer terdengar. Meski begitu, hingga kini belum ada pengumuman secara resmi oleh Ketua Umum Partai PDIP terkait situasi ini.
Di lain pihak, Gibran Rakabuming Raka justru diajak oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk dapat bergabung bersamanya di Partai PSI.
Kaesang Pangarep mengaku sudah mengajak sang kakak, Gibran Rakabuming Raka untuk dapat menjadi kader di Partai PSI. Apalagi, status Wali Kota Solo ini masih menggantung di Partai PDIP.
Baca Juga: Urutan Golongan Darah yang Memiliki Kecerdasan Emosional Paling Tinggi, Kamu yang Mana?
Setelah ajakan tersebut, Gibran Rakabuming Raka pun merespons ajakan sang adik untuk dapat bergabung di partai berlambang mawar tersebut.
"Pak wali kan jawabannya gitu, 'Mas mau nggak?' Mas wali jawabannya cuma, 'ya'. Sudah cuma gitu," jawaban dari putra sulung Presiden Joko Widodo yang disampaikan oleh Kaesang Pangarep.
Di sisi lain, Kaerang menganggap Partai PDIP menggantung status kader Gibran. Kondisi ini terjadu, usai keputusan Gibran untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Prabowo Subianto.
Dengan keputusan itu, Partai PDIP dianggap kecewa akan langkah Gibran. Namun sampai saat ini partai berlambang banteng tersebut juga belum memberikan pengumuman resmi terkait status Gibran.
Baca Juga: 4 Tanda Orang Sulit Sukses Dilihat dari Kegiatan Sehari-hari yang Tak Bermanfaat
Konon, alasan Partai PDIP tidak langsung memutuskan karena Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarnoputri sangat sayang kepada Presiden Joko Widodo dan Gibran sebagai kader partai.
Dikutip Ayojakarta.com melalui laman suara.com, hal tersebut disampaikan oleh Djarot Saiful Hidayat sebagai Ketua DPP PDIP.
"Ibu Megawati Soekarnoputri itu sangat sayang kepada pak Jokowi dan mas Gibran. Rasa sayang itu disampaikan dengan berbagai macam bentuk gitu ya, penugasan-penugasan kepada beliau, sangat sayang. Kami semua sayang tetapi dengan langkah seperti ini, kami menyayangkan," kata Djarot Saiful Hidayat.
Bahkan, kader Partai PDIP lainnya juga turut merasakan kekecewaan dan kejengkelan setelah melihat langkah politik Jokowi dan Gibran.
"Dan ketika kami turun ke bawah memang ada kekecewaan, kejengkelan, ada mungkin kemarahan dari teman-teman ranting, anak ranting, PAC, Satgas partai, simpatisan pada manuver yang dilakukan oleh mas Gibran," lanjut Djarot Saiful Hidayat.
Di samping itu pula, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan kalau dirinya telah mengirimkan surat penting kepada Gibran.
Dalam surat tersebut, disebutkan kalau Gibran harus mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai PDIP sekaligus membuat surat pengunduran diri.