AYOJAKARTA.COM - Langkah Gibran Rakabuming memilih menjadi cawapres Prabowo Subianto, membawa dampak tersendiri bagi pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Anggapan adanya perselisihan di tubuh PDI Perjuangan dengan Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu opini yang berkembang di kalangan pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Opini terkait adanya perbedaan pandangan antara pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan keluarga Jokowi kian menjadi saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke Bali.
Baca Juga: Gibran Bertemu dengan Gus Miftah, Minta Masukan Soal Program Pilpres 2024? Ada Dana Abadi Pesantren
Hal tersebut bermula ketika baliho bergambar Ganjar Pranowo-Mahfud MD dicopot paksa sejumlah petugas Pamong Praja serta keamanan, baik TNI maupun Polri.
Bukan hanya menurunkan paksa baliho Ganjar-Mahfud, bendera milik PDI Perjuangan yang terpasang berjajar juga dipaksa berhenti berkibar.
Sehubungan dengan penurunan baliho dan bendera partai tersebut, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun memberi tanggapan.
Menurutnya, wilayah Gianyar, Bali merupakan salah satu basis pendukung serta lumbung suara bagi PDI Perjuangan.
“Kita tahu Bali itu sarangnya Banteng, jadi kalau sampai ada yang berani melakukan tindakan begitu, mereka harus segera melakukan investigasi,” ujar Komarudin.
Tindakan menurunkan baliho bergambar paslon yang diusung serta bendera, merupakan tindakan pelanggaran serius dan mencederai kehormatan partai.
Karenanya, Pelaku dibalik tindakan menurunkan baliho pasangan capres-cawapres serta atribut partai seperti bendera PDI Perjuangan perlu dilakukan pendalaman.
“Banteng ini jangan diganggu kalau sedang diam, kalau diganggu dia berontak,” imbuh Komarudin seraya memberi peringatan.
Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan sejumlah elit PDIP juga menganggap telah ditinggalkan oleh Jokowi.
Keputusan Mahkamah Konstitusi yang membuat Gibran berpeluang ikut kontestasi, juga sempat mendapat kecaman petinggi PDIP.
Terkait dengan adanya anggapan keretakan hubungan PDIP dengan Keluarga Jokowi, Ketua DPP PDIP Puan Maharani memberi pernyataan.
Menurutnya hubungan antara PDIP dengan keluarga Jokowi tetap harmonis dan tidak ada kendala sebagaimana anggapan banyak orang.
Di tengah ramainya opini polemik dan isu adanya konflik, sebagai anggota DPR Puan menyebut akan tetap berhubungan baik dengan Presiden.
“Sebagai Ketua DPR tentu saja secara fungsional tetap harus menjalankan tugas-tugas bersama Presiden,” ungkap Puan.
Baca Juga: Struktur TKN Prabowo-Gibran Diumumkan Hari Ini, Khofifah dan Ridwan Kamil Bakal Masuk?
Menyikapi ramainya pembicaraan yang menyebut adanya konflik antara PDIP dengan keluarga Jokowi akibat Gibran bergabung ke KIM, ditanggapi Jokowi dengan senyum.
Menurut Jokowi, anggapan yang menyebut adanya konflik di tubuh PDIP merupakan sesuatu yang tidak perlu dikomentari.
“Saya nggak ingin mengomentari,” jelas Presiden Joko Widodo seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 2 November 2023 dari Kompas TV. ***