Nasional

Massa Anies-Cak Imin Membludak Tapi Survei Jeblok? Surveyor Bongkar Rahasia di Balik Survei Pilpres, Dibayar?

Oleh: Sulistiyaningsih Kamis 02 Nov 2023, 13:17 WIB
Massa Anies-Cak Imin Membludak Tapi Survei Jeblok? Surveyor Bongkar Rahasia di Balik Survei Pilpres, Dibayar?(Instagram @aniesbaswedan @ganjar_pranowo @prabowo )

AYOJAKARTA.COMMassa pendukung pasangan bakal capres cawapres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin selalu membludak setiap acara.

Namun survei menunjukkan bahwa elektabilitas Anies-Cak Imin jeblok, selalu saja nomor terbawah.

Hal ini membuat banyak pendukung AMIN yang tidak percaya dengan hasil survei yang ada dan juga mempertanyakan soal pendanaan survei.

Terkait dengan survei dalam Pilpres, salah satu surveyor yang merupakan pendiri lembaga survei Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago alias Ipang buka suara mengenai rahasia di balik survei Pilpres dalam podcast Refly Harun

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pose yang Kamu Pilih Bisa Mengungkap Kelebihan pada Dirimu, Jadi yang Mana Nih?

Soal pendanaan ia mengaku memiliki donatur yang membiayai lembaga survei yang tidak lain berasal dari partai politik.

“Kalau saya jujur mengatakan saya dibiayai, karena lembaga saya ini bukan sosial gitu, ada donaturnya,” ujar Pangi Syarwi dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Refly Harun, Kamis (2/11/2023).

“Walaupun tidak spesifik yang mendanai partai politik atau calon?” tanya Refly Harun.

“Ya ada partai politik lah intinya.” jawab surveyor.

Pada kesempatan itu pendiri lembaga riset politik Voxpol Center ini mengatakan bahwa apapun hasil yang didapatkan dari survei, dan siapapun yang membayar tidak akan mengubah hasil karena sudah ada MOU sebelumnya.

Sehingga menurutnya banyak proyek yang gagal dan batal karena donator tidak siap dengan MOU.

Baca Juga: Tes IQ: Latih Daya Fokusmu, Ada Berapa Banyak Babi yang Bisa Kamu Temukan?

“Apapun hasilnya, siapapun yang bayar kita bodo amat. Tapi itu tidak akan mengubah hasil, itu ada di-MOU nya. Jadi tidak bisa mengubah hasil meskipun dia bayar,” ungkapnya.

“Maka banyak kemudian proyek, projek kita itu banyak yang gagal karena mereka enggak siap dengan MOU. Itu yang harus kita tekankan karena banyak yang batal juga,” lanjutnya.

Refly Harun menanyakan perihal MOU yang dinilai tidak semua lembaga survei menggunakan aturan tersebut.

Terkait dengan hal tersebut Ipang menyatakan tidak tahu, namun yang jelas lembaga survei yang diurus olehnya tidak seperti itu.

Semua data hasil survei dikatakannya merupakan hasil sebenarnya dan para donatur yang membiayai survei tidak bisa menggugat hasil yang didapatkan.

Baca Juga: Kapan Proyek IKN Selesai? Jokowi: Perkiraan Saya 15-20 Tahun, Ini Kalau Swasta...

“Nggak tahu saja, soalnya saya nggak ngurus lembaga orang, saya hanya ngurus lembaga saya,” ungkap pendiri Voxpol Center.

“Itulah cara kita menjaga data kita. Kalau datanya A disampaikan A, dan mereka (donator) tidak bisa menggugat lagi. Nggak bisa ngapa-ngapain karena memang sudah ada pasalnya gitu. Bahwa apa yang kita lihat, kita laporkan,” imbuhnya.

Pangi Syarwi Chaniago menegaskan bahwa siapapun yang membayar lembaga survei yang dikelola oleh dirinya tidak bisa mengubah hasil survei yang didapatkan.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Jinan Vania Barizky