AYOJAKARTA.COM – Belum lama ini pengamat politik bernama Ray Rangkuti membahas tentang elektabilitas para capres dan cawapres pemilu 2024.
Menurutnya, meskipun Gibran menjadi cawapres Prabowo, belum mampu meningkatkan elektabilitas Prabowo.
“… kalau lihat survei, kan, jangankan 50, bahkan yang 40 persen pun belum ada. Prabowo-Gibran sampai sekarang malah turun, kan, kalau survei terakhir itu sekitar 2 persen mungkin. Nah jadi artinya apa gitu?," pungkasnya dikutip ayojakarta.com dari YouTube MetroTV
Berdasarkan survei terakhir memang pasangan Prabowo dan Gibran belum mencapai persentase tersebut.
Baca Juga: Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD Resmi Didukung Yenny Wahid, Sekjen PKB: Pengaruhnya Mbak Yenny...
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dipilihnya Gibran tak semerta membuat elektabilitas Prasbowo naik hingga cenderung turun.
"Artinya, jangankan menuju ke angka 50 … ke angka 40 persen pun kelihatan … Prabowo belum beranjak gitu. Makanya ada cenderung turun gitu. Apa yang terjadi dalam beberapa hari ini, ternyata tidak dapat dengan sendirinya mendongkrak suara … Prabowo kan, termasuk dengan kehadiran … di dalamnya, alih-alih mendongkrak malah sekarang kelihatan susut ya …” lanjutnya.
Sebagai infromasi paslon lainnya pun, tak ada yang mencapai angka 40 persen.
Malah cenderung turun untuk pasangan Prabowo dan Gibran ini persentasenya.
Apa yang terjadi belum lama ini juga berpengaruh sehingga tak dapat mendapatkan suara lebih banyak untuk Prabowo.
Pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin memperoleh hasil paling rendah dengan angka 22,7%.
Kedua ada pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD 32,2%.
Pasangan Prabowo dan Gibran sendiri memiliki persentase 37,5%.***