AYOJAKARTA.COM - Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan membuat janji yang tidak biasa, yakni dia berjanji akan menambah 250 ribu kosakata jika nanti terpilih menjadi presiden.
Dilansir dari laman suara.com, Anies Baswedan menargetkan bisa menambah 250 ribu kosakata dalam kurun waktu lima tahun.
"Saya berharap (kosakata di KBBI) bisa mencapai angka 250 ribu dalam waktu lima tahun ke depan," ucap Anies di Tugu Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Obral janji Politik 4 Misi Ganjar-Mahfud MD di Bidang Pendidikan: Ada Wajib Belajar 12 Tahun Gratis!
Untuk diketahui, Anies Baswedan merupakan sosok yang berasal dari keluarga pengajar. Capres dari Koalisi Perubahan ini pun sempat menjadi rektor di Universitas Paramadina.
Tak hanya itu, Anies juga pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Target soal janji penambahan 250 ribu kosakata di KBBI itu lantas menuai atensi dari publik.
Adapun berikut kelima faktanya :
1 . Tujuan kosakata
Dalam memaparkan janji tersebut, Anies mengatakan bahwa sebaiknya Bahasa Indonesia perlu diperkaya dan dipercepat prosesnya mulai dari 150 ribu, 200 ribu kemudian bertambah menjadi 250 ribu.
“Saya melihat Bahasa Indonesia harus diperkaya dan itu bisa dipercepat. Jadi (kosakata KBBI ditambah sampai) 150 ribu, lalu 200 ribu, 250 ribu," kata Anies.
Lebih lanjut, Anies menilai bahwa bahasa Indonesia sangat penting untuk mempersatukan bangsa.
Sebab, dengan bahasa dapat terjalin interaksi oleh seluruh rakyat dan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan.
Baca Juga: Soal Hoax Video Jokowi Fasih Bahasa Mandarin, Kominfo: Penting Bagi Kita untuk Tabayun
2 . Bandingkan dengan luar negeri
Menurut Anies, jumlah kosakata di Indonesia sangat sedikit yang hanya memiliki 91 ribu kosakata dari tahun 1953 sampai 2014.
Tidak seperti negara-negara lain yang memiliki banyak kosakata, seperti Jepang, Inggris hingga Arab Saudi yang punya ratusan ribu kosakata.
3. Cara Menambah Kosakata: Dari Bahasa Lokal
Anies menjelaskan bahwa salah satu cara menambah kosakata Indonesia adalah dengan menyerap bahasa lokal menjadi bahasa Indonesia.
Baca Juga: Link Nonton Live Streaming PS Barito Putera vs Persikabo 1973 Liga 1 Hari Ini di Indosiar
4. Mencontohkan Kata 'Tsunami'
Anies kemudian mencontoh kata Tsunami yang disebut berasal dari bahasa Jepang.
Padahal, kata Anies di Indonesia memiliki bahasa lokal yang menggantikan kata tsunami yakni 'smong' atau hempasan gelombang air laut.
5. Singgung Program saat Jadi Gubernur
Anies juga menyinggung sebuah program saat ia masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Ia ingin memakai istilah Indonesia untuk terminologi yang memakai bahasa Inggris di layanan perkotaan. Ia kemudian mencontohkan MRT.
Anies berharap MRT sendiri dapat diartikan sebagai moda raya terpadu, bukan mass rapid transit. Sedangkan untuk rangkaian keretanya dinamakan Ratangga. Menurutnya, hal itu tidak mudah karena masyarakat sudah terbiasa dengan terminologi bahasa asing.***