Nasional

Soal Status Gibran, Pengamat Sebut PDIP Tak Mau Terjebak Drama Terzalimi

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Jumat 27 Okt 2023, 08:22 WIB
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menjelaskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP tidak mau terjebak dengan drama terzalimi soal status Gibran Rakabuming Raka.

AYOJAKARTA.COM - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menjelaskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP tidak mau terjebak dengan drama terzalimi soal status Gibran Rakabuming Raka.

"PDIP tidak mau lagi terjebak dalam drama-drama terzalimi yang mungkin itu akan menerpa PDIP kalau betul memecat Mas Gibran," jelas Yunarto seperti dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Jumat, 27 Oktober 2023.

Dia menambahkan, saat ini hampir tidak ada kader PDIP yang mengeluarkan statement di media soal status Gibran.

"Mungkin karena menyadari bahwa drama-drama terzalimi ini tidak perlu mereka ikuti lagi," tambahnya.

Baca Juga: Nasib Gibran Rakabuming Jadi Cawapres Berujung Dipecat PDIP? Begini Penjelasan Puan Maharani

Menurut Yunarto, sebetulnya Gibran yang harus memutuskan statusnya sendiri. Apakah tetap di PDIP atau keluar.

Alasannya, aksi ini dibuat oleh Gibran yang kemudian menerima pinangan sebagai bacawapres dari Prabowo yang tidak pernah dicalonkan oleh PDIP. Kemudian juga menerima pinangan Golkar.

"Harusnya ketika aksinya dimulai oleh Gibran ketika mau pindah ke tempat lain, yang membuat aksi itu sudah mengerti aturan internal partainya yang terdahulu," katanya.

Sementara PDIP sendiri hingga saat ini belum menentukan sikap yang jelas soal status Gibran.

Baca Juga: Bantah Program yang Dijanjikan Gibran Rakabuming soal DAP dan KIS Lansia, Sri Mulyani: Sudah Masuk APBN 2024

Beberapa waktu lalu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, menyatakan sudah bertemu dengan Gibran. Dalam pertemuan itu, Gibran hanya berpamitan kepada Puan dan tidak pernah menyerahkan kartu keanggotaan sebagai tanda mengundurkan diri dari partai.

Begitu juga dengan Prabowo Subianto yang tidak mempermasalahkan status Gibran.

Dia menjelaskan, tidak keberatan jika Gibran tetap menjadi kader PDIP. Ia memandang semua partai politik sebagai mitra dalam membangun bangsa. Ia juga menekankan bahwa semua anggota partai politik adalah warga negara Indonesia yang setara.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Tedi Rukmana