Nasional

Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Maju ke Pilpres 2024, Netralitas Joko Widodo Dipertanyakan

Oleh: Karseno AJ Kamis 26 Okt 2023, 21:12 WIB
Meski Joko Widodo tegas menyatakan ketidakberpihakan, namun majunya Gibran sebagai pendamping Prabowo Subianto membawa seikat pertanyaan.

AYOJAKARTA.COM – Dinamika politik menjelang pilpres, mata publik terus tertuju pada Presiden Joko Widodo serta pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Meski Presiden Joko Widodo tegas menyatakan ketidakberpihakan, namun majunya Gibran sebagai pendamping Prabowo Subianto membawa seikat pertanyaan.

Setelah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming resmi dideklarasikan dan melakukan pendaftaran, netralitas Joko Widodo mulai kembali menjadi pertanyaan.

Lahir sebagai kader PDI Perjuangan yang telah mengusung pasangan Ganjar-Mahfud, Gibran justru merubah haluan dan memilih posisi sebagai lawan.

Sehubungan dengan masuknya Gibran ke kubu Prabowo, Pengamat Politik Burhanudin Muhtadi memberi tanggapan.

Menurutnya, bergabungnya Gibran yang ditetaskan dari PDI Perjuangan ke kubu Prabowo merupakan suatu situasi membingungkan.

Adanya perubahan pola yang tidak biasa di dalam kubu PDI Perjuangan, menurut Burhan menandakan suatu bentuk perbedaan.

Sebab, menurutnya PDI Perjuangan merupakan salah satu partai yang dikenal tegas dan keras jika menyangkut kesetiaan.

“Biasanya PDI Perjuangan itu tanpa ampun kepada kader yang main dua kaki,” jelasnya sambil mengajak siapapun untuk mengenang sejumlah contoh ketidak setiaan.

Baca Juga: Tidak Suka Bersosialisasi dengan Warga, Ketua KPK Firli Bahuri Disebut Sangat Jarang Berbaur dengan Tetangga

Dalam sejarah partai berlambang kepala banteng bermoncong putih tersebut, sempat terjadi pencopotan Ketua DPD yang juga Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Saat itu, Ketua DPD Maluku tersebut dicopot dari jabatannya karena sang istri diketahui mencalonkan diri sebagai caleg dari partai berbeda.

Bukan hanya Gubernur Maluku, sejumlah kader PDI Perjuangan juga diketahui harus melepas jabatannya karena terbukti bermain dua kaki.

“PDI Perjuangan tidak seperti Golkar yang seringkali menaruh telur dalam banyak keranjang,” imbuhnya.

Dalam kontestasi Pilpres sebelumnya, Jusuf Kalla diketahui sempat menjadi Wapres SBY yang maju atas dukungan partai lain.

Tidak adanya hukuman bagi Gibran yang jelas-jelas maju mendampingi Prabowo Subianto dan berlawanan dengan keputusan partai, merupakan sebuah pertanyaan.

Meski demikian Burhan menilai ada dua macam alasan yang membuat PDI P bersikap lebih lunak dari biasanya.

Menurut Burhan alasan pertama adalah faktor elektoral, dimana banyak pendukung yang mengagumi figur Presiden Joko Widodo.

“Hampir 24 persen orang memilih karena faktor Pak Jokowi, jadi kalau Gibran dipecat ada kekhawatiran PDI P mengalami penurunan di 2024,” jelasnya.

Baca Juga: Disebut Khianati PDIP, Gibran Rakabuming Jawab Santai Gak Ribet

Sementara alasan kedua yang menjadi pertimbangan PDI Perjuangan bersikap lunak kepada Gibran, menurut Burhan karena adanya faktor tersembunyi yang tidak diketahui publik.

“Apakah politik saling nyandra, ataukah isu lain yang membuat PDIP tidak menerapkan perlakuan serupa dengan kader lainnya,” pungkasnya.

Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Kamis, 26 Oktober 2023 dari kanal Youtube Metro TV.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam