AYOJAKARTA.COM - Bacapres dari tiga koalisi telah mengumumkan nama pasangannya masing-masing. Anies Baswedan – Cak Imin, Ganjar Pranowo – Mahfud MD, dan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming.
Berbagai lembaga survei mengeluarkan hasil survei yang mereka lakukan, untuk ketiga pasangan capres dan cawapres tersebut.
Berdasarkan hasil survei terbaru dari Alvara Research Center. Hasil survei elektabilitas paling rendah, ditempati oleh pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Peneliti Senior Alvara Research Center Lilik Purwandi, menunjukkan hasil survei yang dilakukan pada tanggal 1 – 6 Oktober 2023. Elektabilitas pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin mencapai 19,4 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pasangan Prabowo – Gibran, yang menempati angka elektabilitas 30,1 persen.
Untuk saat ini hasil survei menyebutkan, elektabilitas tertinggi dimenangkan oleh pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang mencapai angka 36,5 persen.
“Semua pasangan masih memiliki peluang untuk meningkatkan elektabilitasnya, namun pasangan Ganjar – Mahfud MD dan Prabowo – Gibran akan lanjut berkontestasi pada putaran kedua,” ujarnya Lilik, dikutip Ayojakarta.com dari Republika.co.id, Rabu, 25 Oktober 2023.
Hasil survei tersebut dilakukan dengan wawancara tatap muka yang melibatkan 1.517 responden, berusia 17 tahun. Memiliki toleransi kesalahan 2,52 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Mengenai hal tersebut, bacapres dari koalisi perubahan Anies Baswedan memberikan pendapatnya.
Baca Juga: Tim 8 Luncurkan Aplikasi Anies Baswedan 'Relawan Anies', Bagaimana Fitur dan Kegunaannya?
Ia menyinggung hasil survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei, dan membandingkan dengan pengalamannya saat maju di Pilkada DKI Jakarta.
“Saya mengkhawatirkan masa depan dari peneliti-peneliti ini sebetulnya. Tapi ya enggak apa-apa mereka semua pasti melakukan pasti ada metodenya, mereka pasti mempertanggungjawabkannya,”kata Anies, yang dikutip dari Instagram pribadinya.
Anies menuturkan bahwa saat Pilkada di DKI Jakarta, berdasarkan lembaga survei dirinya tidak pernah menempati posisi pertama, maupun kedua. Namun, setelah Pilkada berlangsung hasil sangat jauh berbeda.
Menurut Anies hasil survei yang dikeluarkan oleh setiap lembaga survei, tidak akan menentukan terpilihnya pasangan capres dan cawapres.
Sebab, yang menentukan adalah suara dari masyarakat dalam Pemilu nanti.
Baca Juga: Rekam Jejak Kebijakan Anies Baswedan Ketika Jadi DKI Gubernur Jakarta, Apa Saja?
“Pemilu tidak berdasarkan hasil survei. Pemilu itu nanti sensus pada saat 14 Februari 2024, pada saat itulah nanti kita akan melihat pemandangan masyarakat yang sesungguhnya,” ucapnya.
Dengan penuh rasa percaya diri Anies menyebutkan, hasil survei tersebut akan menjadi motivasi dirinya agar lebih maksimal menang di Pilpres 2024.***