AYOJAKARTA.COM -- Usai mendaftarkan diri sebagai peserta Pilpres 2024, duet Ganjar Pranowo-Mahfud MD masih belum menemukan akronim yang sesuai.
Berbeda dengan kandidat pasangan Anies Muhaimin yang disingkat menjadi Amin, Ganjar Pranowo-Mahfud MD masih belum menemukan kata kuncinya.
Sejumlah kata seperti Go-Fud serta Ga-Ma telah banyak beredar, namun Ganjar Pranowo-Mahfud MD tidak mempersoalkan opini yang berkembang di ranah publik.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Fokuskan Mata Kamu Ada 1 Huruf yang Berbeda, Ketemu Nggak?
“Belum ada, orang masih suka ngarang-ngarang aja seperti Prabowo-Erick Thohir kalau disebut Pret, nanti akan ditetapkan oleh Tim Pemenangan,” ujar Mahfud bergurau.
Resmi dipinang menjadi cawapres oleh koalisi PDIP, Mahfud mengaku tidak banyak berbuat banyak dalam prosesnya.
Hal tersebut menurut Mahfud berbeda jauh dengan sejumlah calon lain yang berusaha kuat mendongkrak elektabilitas melalui media, survei, baliho, dan sejenisnya.
“Kalau orang berpolitik harus mengeluarkan uang ini itu, saya nggak sepeser pun, dan ternyata bisa,” ungkap Mahfud.
Lantaran sejumlah alasan tersebut, Mahfud mengaku gembira sekaligus haru ketika berada di tengah pendukung partai pengusung dalam perjalanan menuju KPU.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan Huruf N di antara Deretan Huruf M, Latih Konsentrasi dan Fokus Mata!
Terkait dengan terpilihnya Mahfud sebagai pendamping, Ganjar mengaku sudah bersahabat cukup lama dan mengenal sosok Mahfud.
Selama berbulan-bulan proses pencalonan wapres, upaya penjajakan terus dilakukan untuk bisa mendapat persetujuan Mahfud.
Oleh karena itu, Ganjar meyakini sinergi dari masing-masing figur antara pasangan ini menjadi lebih mudah diselaraskan guna melakukan perjuangan.
Namun demikian, di balik penetapannya sebagai kandidat terkuat untuk mendampingi Ganjar, Mahfud memiliki cerita berbeda.
Di hadapan Jurnalis Najwa Shihab, Ganjar mengaku sudah mengetahui perihal pencalonan dirinya tersebut sekitar lima hari sebelum pelantikan.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Perhatikan! Ada Angka 9 pada Kumpulan Angka Acak Ini, Bisa Menemukannya?
“Kira-kira lima hari sebelum pengumuman itu, Pak Hasto kontak mau ketemu saya,” ungkap Mahfud mengenang peristiwa yang luput dari sorotan media.
Dari pertemuan dengan Sekjen PDIP tersebut, Mahfud kemudian mengetahui bahwa Koalisi dan Ketua Umum PDIP telah 90 persen lebih memilihnya sebagai cawapres.
Namun demikian, Mahfud menambahkan pernyataan yang disampaikan Hasto tidak lain dimaksudkan sebagai bentuk elemen kejutan.
“Saya mau membuat element of surprise, seakan-akan masih banyak calonnya,” jelas Mahfud mengenang hasil pembicaraan dengan Sekjen PDIP.
Lebih lanjut Mahfud menceritakan bahwa ia sempat mendapat pesan khusus dari Ketua Umum PDIP yang disampaikan melalui Sekjen.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Temukan 1 Kunci Paling Berbeda di Gambar! Konsentrasi dan Fokuskan Mata Kamu
Pesan tersebut, Mahfud menambahkan dimaksudkan agar jika ada keperluan mendadak terkait pencalonannya sebagai cawapres, bisa langsung disikapi lebih cepat.
“Pak Mahfud jangan banyak pergi keluar kota,” ungkapnya seperti dikutip Ayojakarta.com pada Jumat, 20 Oktober 2023 dari kanal Youtube Najwa Shihab.***