AYOJAKARTA.COM -- Hari pertama dibuka, dua pasang kandidat capres-cawapres telah melakukan pendaftaran ke KPU kecuali capres Prabowo Subianto.
AMIN menjadi pasangan pertama yang mendaftar ke KPU disusul kemudian oleh pasangan GAMA, sementara Prabowo Subianto masih absen di KPU.
Belum mendaftarnya capres Prabowo Subianto karena belum memenuhi syarat, yakni belum memiliki calon wakil presiden.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Fokuskan Mata Kamu, Lihatlah Ada 1 Huruf yang Berbeda, Apa?
Terkait dengan masih belum juga dideklarasikannya nama pendamping, Prabowo meminta publik untuk tidak perlu terburu-buru.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Prabowo Subianto ketika menggelar pertemuan dengan sejumlah elit Koalisi Indonesia Maju.
“Ojo kesusu, ojo grusak-grusuk, namanya demokrasi, kita godok terus,” ungkap Prabowo saat berada di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Kediaman Prabowo pada Rabu malam kemarin diketahui menjadi tempat pertemuan sejumlah Sekjen Partai Koalisi Indonesia Maju.
Sejumlah kalangan menilai pertemuan tersebut merupakan reaksi koalisi atas ditetapkannya nama Mahfud MD sebagai pendamping Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan Huruf N di antara Deretan Huruf M, Latih Konsentrasi dan Fokus Mata!
Sehubungan dengan penetapan nama cawapres, Erick Thohir digadang akan menjadi calon kuat mendampingi Prabowo Subianto.
Selain karena elektabilitasnya yang cukup tinggi, Erick Thohir juga merupakan kader Nahdlatul Ulama yang mampu mendongkrak perolehan dukungan.
Namun demikian, nama Gibran Rakabuming yang juga putra Presiden Joko Widodo juga sempat dan masih menjadi sorotan.
Sejumlah kalangan bahkan menilai keputusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia minimal capres-cawapres merupakan jalan untuk memuluskan langkah Gibran.
Masuknya adik Gibran, Kaesang sebagai Ketua Umum PSI serta kekhawatiran adanya politik dinasti Jokowi dinilai sebagian kalangan sebagai perbedaan di tubuh PDIP.
Baca Juga: Aplikasi Buatan Israel Ini Digunakan oleh 3 Jutaan Warga Indonesia
Pernyataan tersebut merupakan anggapan dari Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin.
Menurut Ujang, peran Jokowi dalam kancah politik tanah air saat ini masih cukup kuat meski sebagian kalangan menganggapnya sebagai Petugas Partai.
“Pak Jokowi ini ingin jadi King Maker atau Penentu, selama kekuasaan itu digenggam maka selama itu Presiden masih punya kekuatan,” jelas Ujang.
Karena itu terkait dengan nama cawapres yang akan menjadi pendamping Prabowo Subianto, Ujang menilai Khofifah Indar Parawansa merupakan sosok paling rasional.
Menurut Ujang Khofifah merupakan sosok yang menjembatani semua kalangan, baik perempuan, dekat dengan masyarakat serta berasal dari keluarga NU.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Perhatikan! Ada Angka 9 pada Kumpulan Angka Acak Ini, Bisa Menemukannya?
Namun demikian, Ujang tidak mempersoalkan apabila kemudian Koalisi Indonesia Maju memutuskan Erick Thohir sebagai pendamping Prabowo.
“Karena elektabilitasnya cukup kuat di Jawa Timur,” terang Ujang dikutip Ayojakarta pada Kamis, 19 Oktober 2023 dari Youtube Kompas TV. ***